Harga Emas Turun Lebih dari 3% Saat Ketegangan Timur Tengah Picu Kekhawatiran Inflasi



KONTAN.CO.ID - Harga emas merosot lebih dari 3% pada Senin (23/3/2026), memperpanjang penurunannya hingga mencapai level terendah sekitar empat bulan, karena konflik Timur Tengah yang semakin memanas memicu kekhawatiran inflasi dan ekspektasi kenaikan suku bunga global.

Melansir Reuters, harga emas spot turun 3,3% menjadi US$4.340,09 per ons troi pada 01:00 GMT, memperpanjang kerugian untuk sembilan sesi berturut-turut, dan mencapai level terendah sejak 2 Januari.

Baca Juga: Bursa Australia Jatuh ke Level Terendah 10 Bulan pada Senin (23/3/2026)


Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April turun 5% menjadi US$4.347 per ons troi.

Ketegangan geopolitik meningkat setelah Iran menyatakan pada Minggu bahwa mereka akan menyerang sistem energi dan air negara tetangga Teluk sebagai balasan jika Presiden Donald Trump mengeksekusi ancaman terhadap jaringan listrik Iran dalam 48 jam.

“Ancaman ini jelas meningkatkan risiko pasar dan membuat investor mencari lindung nilai, tetapi kenaikan suku bunga global menekan permintaan emas,” kata Amrita Sen, pendiri Energy Aspects.

Baca Juga: Dolar AS Siap Menguat Senin (23/3), di Tengah Eskalasi Konflik Timur Tengah

Pengawal Revolusi Iran menambahkan bahwa jika pembangkit listrik Iran diserang, Selat Hormuz akan sepenuhnya ditutup hingga fasilitas yang rusak diperbaiki, mengancam pasokan minyak global.

Harga minyak tetap di atas US$110 per barel, yang menambah tekanan inflasi melalui biaya transportasi dan produksi yang lebih tinggi.

“Biasanya inflasi tinggi mendorong emas, tapi saat ini suku bunga tinggi mengurangi daya tarik aset yang tidak menghasilkan imbal hasil seperti emas,” kata Michael McCarthy, CEO platform perdagangan Moomoo Australia.

Selain emas, logam mulia lain juga terkoreksi: perak spot turun 3,3% menjadi US$65,55 per ons troi, platinum turun 4,4% menjadi US$1.838,45, dan palladium turun 0,4% menjadi US$1.398,50.

Baca Juga: Zuckerberg Kembangkan AI Agent untuk Bantu Tugas CEO di Meta

Pasar juga menilai kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed tahun ini semakin besar, dengan kontrak berjangka menunjukkan peluang sekitar 27% untuk kenaikan suku bunga hingga Desember, menurut CME FedWatch Tool.