KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas dunia terkoreksi pada perdagangan Kamis (20/8) setelah melonjak tajam pada sesi sebelumnya. Investor mulai mengambil keuntungan sekaligus mencermati kembali risiko inflasi yang meningkat seiring kenaikan harga minyak. Harga emas spot turun 0,8% menjadi US$4.484,95 per ons pada pukul 09.53 waktu setempat atau 13.53 GMT. Sebelumnya, harga emas sempat menyentuh level tertinggi sejak 2 Juni.
Sementara itu, kontrak emas berjangka Amerika Serikat (AS) turun tipis 0,1% menjadi US$4.539,50 per ons. Koreksi ini terjadi setelah harga emas melonjak lebih dari 4% pada Rabu (19/8). Pada saat yang sama, dolar AS dan imbal hasil obligasi turun tajam setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan rencana meningkatkan pembelian kembali obligasi berjangka panjang.
Baca Juga: Harga Emas Turun dari Level Tertinggi Dua Bulan, Dipicu Aksi Ambil Untung Investor "Emas berada di bawah tekanan aksi ambil untung setelah kenaikan kuat pada sesi sebelumnya," kata Jim Wyckoff, analis pasar di American Gold Exchange. Tekanan terhadap emas juga datang dari risalah rapat Federal Reserve (The Fed) AS pada Juli yang menunjukkan kekhawatiran sejumlah pejabat terhadap inflasi. Beberapa pejabat bahkan masih membuka peluang kenaikan suku bunga lebih lanjut. Kondisi tersebut menjadi perhatian pasar karena kenaikan suku bunga dapat menekan permintaan emas. Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, emas menjadi relatif kurang menarik ketika suku bunga dan imbal hasil obligasi meningkat. Di sisi lain, harga minyak terus menguat hingga mencapai level tertinggi dalam tiga pekan. Kebuntuan pembicaraan terkait konflik Iran turut meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan minyak dari Timur Tengah. Pasar kini memperkirakan peluang The Fed mempertahankan suku bunga pada September mencapai 67,4%, berdasarkan CME FedWatch Tool.
Baca Juga: Harga Emas Turun Imbas Memudarnya Prospek Perundingan Damai AS-Iran Meski dalam jangka pendek harga emas menghadapi tekanan, prospeknya masih dinilai kuat. Morgan Stanley memperkirakan harga emas berpeluang menembus US$5.000 per ons pada 2027 atau bahkan lebih cepat. Analis Morgan Stanley menilai aliran dana masuk ke exchange-traded fund (ETF) emas, pembelian emas oleh bank sentral yang tetap kuat, serta kurva imbal hasil yang semakin curam masih menjadi penopang harga emas. Sementara itu, pergerakan logam mulia lainnya bervariasi. Harga perak spot naik 0,5% menjadi US$67,28 per ons. Harga platinum turun 1,4% menjadi US$1.799,70 per ons, sedangkan palladium melemah hampir 1% menjadi US$1.321,50 per ons. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News