Harga Emas Turun Tipis, Pasar Menunggu Keputusan Suku Bunga



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas turun lagi, tak kuat mempertahankan kenaikan pada perdagangan kemarin. Investor bersiap untuk tanda-tanda laju kenaikan suku bunga dari bank sentral utama bulan ini.

Pada Rabu (20/7) pukul 7.20 WIB, harga emas spot melemah 0,08% ke US$ 1.710,27 per ons troi. Sedangkan harga emas kontrak Desember 2022 di Commodity Exchange melemah 0,14% ke US$ 1.725,70 per ons troi.

Harga emas bergerak tipis setelah mencapai level terendah sejak April 2021 pada Jumat (15/7) lalu. Akhir pekan lalu, harga emas spot ditutup pada US$ 1.708,17 per ons troi dan emas berjangka pada US$ 1.722,20 per ons troi.


Baca Juga: Wall Street Melonjak, Nasdaq Melejit 3% Lebih Ditopang Kinerja Emiten

Indeks dolar melemah dalam empat hari perdagangan berturut-turut setelah Kamis pekan lalu mencapai level tertinggi dalam dua dekade. Pelemahan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) menyebabkan harga emas menjadi sedikit lebih murah bagi pemegang mata uang non-dolar. Tapi, kurs dolar masih bergerak di kisaran tinggi.

"Pelemahan dolar mengurangi beberapa tekanan yang telah kita lihat di seluruh kompleks komoditas dan emas," kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures kepada Reuters.

Dalam beberapa pekan terakhir, emas belum mampu memenuhi status safe-haven meskipun ada kekhawatiran resesi. Bullion telah turun lebih dari US$ 350 dari level US$ 2.000 per ons troi pada awal Maret, karena rencana kenaikan suku bunga agresif Federal Reserve AS dan reli dolar baru-baru ini.

Baca Juga: Harga Emas Hari Ini (Rabu 20 Juli 2022) Antam dan UBS di Pegadaian

"Ketika bank sentral global di seluruh dunia mulai menaikkan suku bunga untuk mencegah inflasi. Kami melihat hambatan untuk emas tanpa bunga karena investor memilih kelas aset lain, dan ini adalah logika yang menekan emas akhir-akhir ini," ujar Meger.

The Fed dijadwalkan bertemu pada 26-27 Juli. Bank sentral AS diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 75 bps.

Sementara itu, ECB akan membahas apakah akan menaikkan suku bunga sebesar 25 atau 50 poin pada pertemuan mereka pada hari Kamis ini untuk menjinakkan rekor inflasi yang tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati