Harga Emas Turun Tipis Tertekan Dolar Kamis (12/3), Kekhawatiran Inflasi Menguat



KONTAN.CO.ID - Harga emas dunia melemah tipis pada perdagangan Kamis (12/3/2026) seiring penguatan dolar Amerika Serikat (AS).

Kenaikan harga minyak juga memicu kembali kekhawatiran inflasi sehingga meredam harapan pasar terhadap penurunan suku bunga dalam waktu dekat.

Melansir Reuters, harga emas spot turun 0,2% menjadi US$5.165,73 per ons troi pada pukul 01.03 GMT. Sementara kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April turun 0,2% menjadi US$5.171,40 per ons troi.


Baca Juga: Harga Minyak Melonjak Kamis (12/3) Pagi: Brent ke US$97,67 dan WTI ke US$92,36

Penguatan Dolar AS sekitar 0,2% membuat komoditas yang dihargakan dalam dolar, seperti emas batangan, menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain sehingga menekan permintaan.

Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh lonjakan harga minyak di tengah konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.

Iran bahkan memperingatkan dunia untuk bersiap menghadapi harga minyak hingga US$200 per barel setelah pasukannya menyerang kapal-kapal niaga pada Rabu (11/3).

Di sisi lain, International Energy Agency (IEA) menyerukan pelepasan besar-besaran cadangan minyak strategis guna meredam salah satu guncangan harga energi terbesar sejak 1970-an.

Harga minyak yang melonjak berpotensi meningkatkan tekanan inflasi global, terutama karena pasokan energi dari kawasan Teluk masih terganggu akibat perang.

Baca Juga: Trump dan Iran Sinyalkan Perang Belum Akan Berakhir, Tanker Terbakar di Perairan Irak

Sumber menyebut Iran telah menempatkan sekitar selusin ranjau laut di Selat Hormuz, yang dapat mempersulit upaya pembukaan kembali jalur pelayaran tersebut.

Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi pengiriman minyak dan gas alam cair (LNG) dunia.

Sejak konflik dimulai, Amerika Serikat dan Israel telah melancarkan sejumlah serangan terhadap target Iran, termasuk sistem pertahanan udara, fasilitas nuklir, dan sejumlah pemimpin militer.

Pertempuran tersebut secara efektif menutup Selat Hormuz selama lebih dari sepekan, membuat banyak kapal tanker tertahan dan memaksa produsen menghentikan produksi karena kapasitas penyimpanan hampir penuh.

Dari sisi data ekonomi, indeks harga konsumen Amerika Serikat naik 0,3% pada Februari, sesuai dengan perkiraan pasar dan lebih tinggi dibanding kenaikan 0,2% pada Januari. Secara tahunan, inflasi mencapai 2,4%, juga sejalan dengan ekspektasi.

Baca Juga: AS Buka Investigasi Dagang Baru, Trump Siapkan Tarif ke China hingga Indonesia

Pelaku pasar kini menantikan rilis indeks Personal Consumption Expenditures Price Index (PCE) yang tertunda untuk bulan Januari pada Jumat mendatang, yang menjadi acuan utama kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Sementara itu, harga logam mulia lainnya bergerak bervariasi. Perak spot stabil di US$85,82 per ons troi. Platinum naik 0,3% menjadi US$2.175,32 per ons troi, sedangkan paladium menguat 0,6% ke US$1.646,17 per ons troi.