Harga Emas Turun US$5.058,64 dan Perak Merosot ke US$82,87 pada Kamis (12/2) Pagi



KONTAN.CO.ID - Harga emas dan perak melemah pada Kamis (12//20262) setelah dolar AS menguat menyusul data ketenagakerjaan Januari yang lebih kuat dari perkiraan, sehingga mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat.

Pelaku pasar kini menantikan rilis data inflasi pada Jumat untuk mendapatkan petunjuk lanjutan arah kebijakan moneter.

Melansir Reuters, harga emas spot turun 0,4% menjadi US$5.058,64 per ons troi pada pukul 01.34 GMT, setelah naik lebih dari 1% pada sesi sebelumnya.


Baca Juga: WhatsApp Sebut Rusia Coba Blokir Total Layanan, Ada Apa?

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April terkoreksi 0,3% ke level US$5.080 per ons troi.

Perak spot merosot 1,4% menjadi US$82,87 per ons, setelah melonjak 4% pada Rabu (11/2/2026).

Indeks dolar AS menguat, melanjutkan reli pada Rabu setelah laporan ketenagakerjaan yang mengejutkan menunjukkan kondisi ekonomi AS yang tetap solid.

Penguatan dolar membuat logam mulia yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

Data menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja AS secara tak terduga meningkat pada Januari dan tingkat pengangguran turun ke 4,3%.

Baca Juga: Bursa Korsel Cetak Rekor Tertinggi Kamis (12/2), Emiten Chip Ikuti Reli Wall Street

Stabilitas pasar tenaga kerja ini dinilai memberi ruang bagi Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga tetap dalam beberapa waktu ke depan sembari memantau perkembangan inflasi.

Namun, kenaikan payroll terbesar dalam 13 bulan terakhir tersebut kemungkinan melebih-lebihkan kekuatan pasar tenaga kerja.

Revisi data menunjukkan ekonomi hanya menambah 181.000 pekerjaan sepanjang 2025, lebih rendah dibandingkan estimasi sebelumnya sebesar 584.000.

Hasil jajak pendapat Reuters menunjukkan The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga hingga masa jabatan Ketua Jerome Powell berakhir pada Mei, dan baru memangkasnya pada Juni.

Baca Juga: Yen Menguat Tajam Kamis (12/2) Pagi, Dolar Tertekan Jelang Data Inflasi AS

Sejumlah ekonom memperingatkan bahwa kebijakan di bawah penerus yang kemungkinan besar Kevin Warsh bisa menjadi terlalu longgar.

Investor kini menantikan laporan klaim pengangguran mingguan pada Kamis serta data inflasi pada Jumat sebagai petunjuk tambahan terkait arah kebijakan suku bunga The Fed.

Dari sisi geopolitik, Presiden AS Donald Trump usai bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Rabu mengatakan belum ada kesepakatan “final” mengenai langkah ke depan terkait Iran.

Namun, ia menegaskan negosiasi dengan Teheran akan terus berlanjut guna mencapai kesepakatan.

Untuk logam mulia lainnya, harga platinum spot turun 1% menjadi US$2.110,63 per ons troi, sedangkan palladium naik 0,4% ke US$1.707,17 per ons troi.

Selanjutnya: Grafik Harga Emas Antam Batangan (12 Februari 2026), Hari Ini Naik atau Turun?

Menarik Dibaca: IHSG Lanjut Menguat, Cek Rekomendasi Saham BRI Danareksa Sekuritas Kamis (12/2)