Harga Empat Logam Mulia Kompak Menguat, Simak Sentimen Pendorongnya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas, perak, platinum, dan paladium kompak menguat pada perdagangan Kamis (15/10/2026). Pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) dan imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury menjadi penopang harga setelah keempat logam tersebut tertekan pada perdagangan sebelumnya.

Mengutip data Bloomberg pada Kamis pukul 15.19 WIB, harga emas berada di US$ 4.145,09 per ons troi, naik 0,97% secara harian. Harga perak menguat 1,70% ke US$ 56,50 per ons troi.

Sementara itu, harga platinum naik 0,54% ke US$ 1.613,24 per ons troi. Paladium mencatatkan kenaikan paling tinggi, yakni 2,32% ke US$ 1.124,46 per ons troi.


Baca Juga: Genjot Bisnis Hiburan, Folago (IRSX) Kembali Gelar Konser Artis Internasional

Presiden Komisaris HFX International Berjangka, Sutopo Widodo, mengatakan kenaikan harga kali ini lebih merupakan pemulihan setelah koreksi tajam pada Rabu (14/10/2026). Pasar mulai merespons meredanya peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada Oktober.

“Emas, perak, platinum, dan paladium menguat bersamaan pada Kamis karena dolar dan yield AS turun dari level tertingginya, sementara peluang The Fed menaikkan bunga di Oktober ikut mereda,” ujar Sutopo kepada Kontan, Kamis (15/10/2026).

Sutopo bilang, permintaan terhadap logam mulia juga ditopang oleh pembelian bank sentral, aliran dana ke produk investasi berbasis emas atau exchange-traded fund (ETF), serta kebutuhan aset lindung nilai di tengah konflik Timur Tengah.

Kendati demikian, pergerakan harga setiap logam memiliki faktor pendorong yang berbeda. Emas cenderung sensitif terhadap suku bunga AS, pergerakan dolar, dan aksi beli bank sentral. Perak juga dipengaruhi permintaan industri, sehingga pergerakannya cenderung lebih fluktuatif.

Adapun platinum dipengaruhi kondisi stok dan pasokan dari Afrika Selatan. Sementara paladium bergantung pada kebutuhan industri otomotif dan pasokan dari Rusia.

“Pasar kini lebih bereaksi pada pergerakan yield dan dolar daripada angka inflasi itu sendiri. Perilaku investor terbelah: sebagian membeli saat harga turun, sebagian lain menjual secara sistematis, sehingga harga sangat fluktuatif,” pungkas Sutopo.

Baca Juga: Karhutla Merebak, Begini Kondisi Operasional RMKE

Ke depan, Sutopo memperkirakan harga emas berpeluang mencapai US$ 4.500–US$ 4.600 per ons troi hingga akhir 2026. Harga perak diproyeksikan berada di kisaran US$ 60–US$ 65 per ons troi.

Sementara itu, platinum diperkirakan mencapai US$ 1.700 per ons troi pada akhir tahun. Adapun paladium diproyeksikan bergerak di rentang US$ 1.200–US$ 1.250 per ons troi.

Sutopo mengingatkan investor untuk mencermati rilis data indeks harga produsen atau producer price index (PPI), penjualan ritel AS, serta rapat The Fed pada 27–28 Oktober 2026. Data dan keputusan tersebut dapat memengaruhi ekspektasi suku bunga dan mengubah arah pergerakan harga logam mulia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News