KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas, perak, platinum dan paladium kompak terkoreksi dalam sepekan terakhir. Penguatan dolar Amerika Serikat (AS), kenaikan imbal hasil obligasi AS, serta perubahan ekspektasi terhadap kebijakan The Fed menjadi penekan harga logam mulia. Berdasarkan data Trading Economics, harga emas berada di US$ 4.350,36 per ons troi pada penutupan perdagangan Jumat (11/9/2026), turun 1,85% secara mingguan. Sementara itu, harga perak melemah 2,61% menjadi US$ 64,266 per ons troi. Harga platinum juga turun 1,56% menjadi US$ 1.797,60 per ons troi. Adapun paladium terkoreksi paling dalam, yakni 5,70% menjadi US$ 1.324 per ons troi.
Baca Juga: MGLV, BMAS, KOTA dan CBRE Rights Issue, Cermati Rekomendasi Analis Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, koreksi juga dipengaruhi aksi
profit taking setelah harga logam mulia mencatat kenaikan cukup signifikan sebelumnya. “Koreksi harga logam mulia pada pekan ini terutama dipengaruhi oleh penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi AS yang membuat aset tanpa imbal hasil seperti emas menjadi relatif kurang menarik,” ujar Lukman kepada Kontan, Jumat (11/9/2026). Sentimen terhadap kebijakan suku bunga The Fed turut menjadi perhatian pasar. Jika data ekonomi AS kembali kuat, ekspektasi kenaikan suku bunga dapat meningkat dan menambah tekanan terhadap logam mulia. Sementara untuk perak, platinum dan paladium, kekhawatiran terhadap permintaan industri di tengah ketidakpastian pertumbuhan ekonomi global turut membebani harga. Analis Komoditas sekaligus Founder Traderindo.com Wahyu Laksono mengatakan, lonjakan harga energi dan data inflasi AS turut memperkuat tekanan terhadap logam mulia. “Semua yields AS melonjak, USD menguat, outlook kenaikan suku bunga Fed makin menegas. Korelasi negatif jelas membuat logam mulia cenderung turun,” ujar Wahyu. Menurut Wahyu, koreksi serentak pada emas, perak, platinum dan paladium juga mencerminkan konsolidasi teknikal setelah reli tajam.
Baca Juga: El Nino & B50 Bayangi Prospek Saham CPO, Cek Rekomendasi: DSNG, LSIP, TAPG, AALI Untuk logam yang memiliki penggunaan industri lebih besar seperti perak, platinum dan paladium, kenaikan harga energi serta suku bunga tinggi juga berisiko menekan aktivitas manufaktur dan industri otomotif global. Meski terkoreksi dalam sepekan, prospek keempat logam mulia hingga akhir 2026 masih cenderung positif. Wahyu memproyeksikan emas bergerak dalam rentang US$ 4.000-US$ 5.000 per ons troi hingga akhir 2026. Perak diperkirakan berada di US$ 57-US$ 90, platinum US$ 1.600-US$ 2.400 dan paladium US$ 1.100-US$ 1.800 per ons troi.
Sementara itu, Lukman memperkirakan harga emas berpotensi berada di kisaran US$ 4.800-US$ 5.000 per ons troi. Perak diproyeksikan mencapai US$ 70-US$ 75, platinum US$ 2.000-US$ 2.200 dan paladium US$ 1.400-US$ 1.600 per ons troi. Koreksi saat ini masih dipandang sebagai tekanan jangka pendek, sementara prospek logam mulia hingga akhir 2026 tetap positif di tengah ketidakpastian suku bunga, dolar AS dan geopolitik global. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News