KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren pemanfaatan energi surya di Indonesia terus menunjukkan grafik peningkatan dalam dua tahun terakhir. Institute for Essential Services Reform (IESR) menilai, kenaikan harga energi fosil akan menjadi katalis untuk mendorong masyarakat maupun industri beralih ke Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Chief Executive Officer (CEO) IESR, Fabby Tumiwa mengatakan, minat pelaku bisnis untuk menggunakan listrik bersih semakin tinggi. Hal ini juga didukung oleh kepastian regulasi melalui Peraturan Menteri ESDM Nomor 2 Tahun 2024, meskipun implementasi PLTS atap dinilai belum optimal dibandingkan potensinya. "Saya juga melihat minat dari bisnis industri untuk memanfaatkan pembangkit listrik tenaga surya untuk menghasilkan listrik yang bersih itu semakin tinggi," ujarnya saat dihubungi Kontan.co.id, Selasa (7/4/2026).
Harga Energi Fosil Mahal, Minat Pemanfaatan Panel Surya Diproyeksi Meningkat
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren pemanfaatan energi surya di Indonesia terus menunjukkan grafik peningkatan dalam dua tahun terakhir. Institute for Essential Services Reform (IESR) menilai, kenaikan harga energi fosil akan menjadi katalis untuk mendorong masyarakat maupun industri beralih ke Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Chief Executive Officer (CEO) IESR, Fabby Tumiwa mengatakan, minat pelaku bisnis untuk menggunakan listrik bersih semakin tinggi. Hal ini juga didukung oleh kepastian regulasi melalui Peraturan Menteri ESDM Nomor 2 Tahun 2024, meskipun implementasi PLTS atap dinilai belum optimal dibandingkan potensinya. "Saya juga melihat minat dari bisnis industri untuk memanfaatkan pembangkit listrik tenaga surya untuk menghasilkan listrik yang bersih itu semakin tinggi," ujarnya saat dihubungi Kontan.co.id, Selasa (7/4/2026).