Harga Energi Inggris Naik 4% Mulai Oktober, Dipicu Perang Iran



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Rumah tangga di Inggris bersiap menghadapi kenaikan biaya energi mulai Oktober 2026. Regulator energi Inggris, Ofgem, menetapkan kenaikan batas harga energi domestik sebesar 4% seiring lonjakan harga energi grosir yang dipengaruhi perang di Iran.

Kenaikan tersebut menjadi tekanan tambahan bagi pemerintahan Perdana Menteri baru Inggris, Andy Burnham, yang sebelumnya berkomitmen mengurangi beban biaya hidup masyarakat. Kenaikan tarif energi bahkan lebih dari menghapus dampak kebijakan pemerintah yang diumumkan bulan lalu untuk memangkas pajak atas tagihan listrik.

Ofgem menyatakan harga gas internasional yang masih tinggi menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan biaya energi di Inggris.


Baca Juga: Hyundai Tambah Kapasitas Produksi 1,27 Juta Unit hingga 2030, Bidik Margin di Atas 9%

"Harga gas internasional yang tinggi terus mendorong biaya energi di Inggris. Kami menyambut baik intervensi pemerintah untuk menghapus PPN dari tagihan listrik, karena tanpa kebijakan tersebut pelanggan akan menghadapi biaya yang lebih tinggi pada musim dingin ini," kata Direktur Jenderal Pasar Ofgem, Neil Kenward.

Berdasarkan keputusan terbaru Ofgem, batas harga energi akan meningkat sekitar £60 menjadi £1.723 atau sekitar US$2.348. Angka tersebut berlaku mulai Oktober dan menggantikan batas harga sebelumnya yang berlaku pada periode Juli hingga September.

Kenaikan ini diperkirakan berdampak terhadap sekitar 22 juta rumah tangga yang menggunakan tarif variabel. Batas harga energi Ofgem sendiri mencakup sekitar 65% pelanggan energi di Inggris.