Harga Gandum Anjlok, Surung Panenan Gandum AS



SEOUL. Harga gandum terkikis di hari yang ke-tiga ditengah spekulasi adanya curah hujan di bagian selatan Great Plains akan meningkatkan prospek untuk panenan di musim dingin di AS selaku eksportir biji-bijian terbesar di dunia. Sebanyak 1 inch atau 2,5 sentimeter curah hujan maupun salju diperkirakan akan turun pada 26 dan 27 Maret di Kansas, kawasan pengembang gandum yang paling besar di AS. Data ini dibeberkan oleh DTN Meteorlogix LLC yang berbasiskan di Minnepolis, kemarin. Harga gandum telah anjlok sebesar 46% dari tahun lalu lantaran produksinya juga meningkat. Harga gandum untuk pengiriman Mei anjlok sebesar 6,75 sen atau 1,2% menjadi US$ 5,425 per bushel di Chicago Board of Trade. Produksi global gandum diprediksi akan meningkat 12% dari tahun sebelumnya menjadi 684,4 juta metrik ton per 31 Mei nanti. Data ini muncul dari Departemen Pertanian AS yang dirilis pada 11 Maret lalu. Persediaan global kemungkinan akan melonjak 30% menjadi 155,9 juta ton hingga akhir tahun nanti. Asal tahu saja, gandum merupakan panenan terbesar keempat di AS yang bernilai US$ 16,6 pada tahun 2008. Tiga panenan terbesar lain adalah jagung, kedelai dan jerami. Harga jagung untuk pengiriman Mei meningkat 0,3% menjadi US$ 3,965 per bushel pada siang hari ini di Asia. Kontrak yang paling aktif diperdagangkan kemarin menanjak menjadi US$ 4,0375, paling tinggi sejak 20 Januaru lalu lantaran terdorong oleh rencana bailout pemerintah. Kedelai untuk pengiriman Mei naik 15,25 sen atau 1,6% menjadi US$ 9,7075 per bushel dan terakhir diperdagangkan di level US$ 9,665 per bushel. Spekulasi permintaan untuk suplai AS akan menanjak lantaran petani Argentina menunda panen untuk memprotes pajak ekspor yang mendorong tingginya harga komoditi dalam lima minggu terakhir ini.


Editor: