JAKARTA. Pemerintah saat ini tengah mengevaluasi harga gas industri dari US $ 6 per MMBTU ke harga yang lebih rendah dari US $ 4 per MMBTU. Jika proses pembahasannya lancar, maka harga gas bagi kalangan industri sebentar lagi akan turun. Kementerian Perindustrian telah mengusulkan harga gas di kisaran US $ 4-5 per MMBTU dan memperluas penurunan untuk beberapa sektor industri, seperti tekstil, pulp dan kertas, makanan olahan, ban, dan farmasi. Awalnya, diskon ini hanya berlaku untuk industri pupuk, petrokimia, oleokimia, kaca dan sarung tangan karet. Analis Minna Padi Investama Christian Saourtua mengatakan, sektor industri yang paling akan diuntungkan dari kebijakan penurunan harga gas adalah industri keramik. “Penurunan harga gas berdampak positif pada industri keramik,” katanya kepada KONTAN, Kamis (18/8).
Harga gas turun, ini industri yang diuntungkan
JAKARTA. Pemerintah saat ini tengah mengevaluasi harga gas industri dari US $ 6 per MMBTU ke harga yang lebih rendah dari US $ 4 per MMBTU. Jika proses pembahasannya lancar, maka harga gas bagi kalangan industri sebentar lagi akan turun. Kementerian Perindustrian telah mengusulkan harga gas di kisaran US $ 4-5 per MMBTU dan memperluas penurunan untuk beberapa sektor industri, seperti tekstil, pulp dan kertas, makanan olahan, ban, dan farmasi. Awalnya, diskon ini hanya berlaku untuk industri pupuk, petrokimia, oleokimia, kaca dan sarung tangan karet. Analis Minna Padi Investama Christian Saourtua mengatakan, sektor industri yang paling akan diuntungkan dari kebijakan penurunan harga gas adalah industri keramik. “Penurunan harga gas berdampak positif pada industri keramik,” katanya kepada KONTAN, Kamis (18/8).