Harga Grosir Jepang Melonjak 7,1%, Lonjakan Biaya Energi Picu Tekanan Inflasi



KONTAN.CO.ID - Harga grosir di Jepang meningkat tajam pada Juni 2026, mencerminkan semakin besarnya tekanan inflasi akibat lonjakan biaya energi yang dipicu konflik di Timur Tengah serta pelemahan nilai tukar yen.

Data Bank of Japan (BOJ) yang dirilis Jumat (10/7/2026) menunjukkan, Indeks Harga Produsen (Producer Price Index/PPI) naik 7,1% pada Juni dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Permintaan Global Kendaraan Listrik Naik 4 Bulan Beruntun, Eropa Jadi Penopang Utama


Kenaikan tersebut lebih tinggi dibandingkan proyeksi median pasar yang memperkirakan kenaikan 6,8%. Angka tersebut juga lebih cepat dibandingkan kenaikan 6,6% pada Mei, setelah direvisi.

Peningkatan harga grosir ini mengindikasikan tekanan biaya yang dihadapi produsen Jepang semakin besar, terutama akibat lonjakan harga energi setelah meningkatnya konflik di Timur Tengah.

Selain itu, pelemahan yen turut memperbesar biaya impor.

BOJ mencatat indeks harga impor berbasis yen melonjak 29,7% secara tahunan pada Juni. Angka tersebut meningkat dari kenaikan 26,1% pada Mei yang juga telah direvisi.

Baca Juga: Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS di Kawasan Teluk, Ketegangan Kembali Memanas

Lonjakan harga impor menunjukkan biaya bahan baku dan energi yang dibeli dari luar negeri semakin mahal ketika dikonversi ke yen, sehingga berpotensi memperkuat tekanan inflasi di Jepang dalam beberapa bulan mendatang.