KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga gula masih saja tinggi di pasaran meskipun pemerintah telah membuka keran impor. Hal ini dipicu masalah distribusi. Kondisi pasca lebaran membuat angkutan distribusi belum beroperasi maksimal. Selain itu, sejumlah daerah juga masih menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam mencegah penyebaran virus corona (Covid-19). "Proses distribusi gula pasir masih belum optimal dilakukan," ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Suhanto kepada Kontan.co.id, Selasa (9/6).
Baca Juga: Ini yang membuat impor gula lambat sehingga harga masih tinggi di pasar Suhanto bilang Kemendag berupaya untuk memenuhi stok gula di seluruh daerah. Baik melalui pasar tradisional maupun pemenuhan stok bagi ritel modern. Pemenuhan stok diharaokan dapat membuat harga kembali sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 12.500 per kilogram (kg). Suhanto bilang saat ini harga telah berangsur turun. Berdasarkan data Kemendag, harga rata-rata nasional gula pasir per 5 Juni 2020 sebesar Rp 15.400 per kg. Angka tersebut turun 12,99% dari bulan sebelumnya Rp 17.700 per kg. Pemantauan harga di 56 pasar dari total 223 pasar diklaim sudah berkisar antara Rp 12.500 hingga Rp 14.500 per kg. Angka tersebut memperlihatkan 12 pasar di antaranya sudah sesuai HET Rp 12.500 per kg.