Harga Gula Dunia Kembali Melorot



JAKARTA. Kenaikan produksi gula di negara produsen Brazil dan India ternyata langsung mempengaruhi harga gula putih di pasar internasional. Kini, harga gula dunia menunjukkan gelagat kembali turun dari kondisi di bulan Februari.

Bahkan, tercatat penurunan harga dari awal Maret hingga hari ini (11/3) sudah mencapai US$ 100 per ton. Harga gula rata-rata di Bursa Komoditi London pada Februari masih US$ 669,9 per ton, turun menjadi US$ 594,8 per ton berdasarkan harga kontrak hari ini (11/3). Sayangnya, penurunan harga gula ini tidak serta-merta langsung mempengaruhi harga gula di dalam negeri karena kontrak bulan ini untuk pengiriman dua bulan sampai tiga bulan mendatang. “Penurunan harga di dalam negeri akan terasa dua bulan mendatang yaitu bulan Mei,” kata Natsir Mansur, Ketua Umum Asosiasi pedagang Gula dan Terigu Indonesia (Apegti) kepada KONTAN, (11/3). Dia bilang, harga gula di dalam negeri akan berada di kisaran Rp 11.000 - Rp 12.000 per kg sampai dengan pertengahan Mei mendatang. Selain faktor anjloknya harga gula dunia, penurunan harga gula di dalam negeri juga terpicu masuknya musim giling di dalam negeri yang diprediksi terjadi pada Mei. Menurut Colosewoko, Staf Ahli Asosiasi Gula Indonesia (AGI), kenaikan harga gula dunia lantaran kenaikan produksi dari Brazil yang sebelumnya tidak diprediksi banyak pihak. Saat ini, terdapat 50 juta ton hasil panen gula Brazil tahun 2009 yang baru bisa digilng awal tahun 2010 ini. Sehingga, tertundanya giling itu menambah pasokan gula Brazil di tahun 2010. “Sehingga produksi Brazil tahun 2010 ini mengalami kenaikan drastis,” kata Colosewoko. Sementara itu, India yang diprediksi masih mengalami kendala produksi ternyata memperkirakan produksinya naik 5% menjadi 16,8 juta ton pada 30 September 2010 nanti . Kenaikan produksi India ini turut serta menurunkan harga gula dunia. “Buyer tetap berharap harga gula akan terus turun seiring dengan suplai yang terus menanjak," kata Jeff Bauml, a senior vice president with brokerage R.J. O’Brien & Associates in New York kepada Bloomberg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Test Test