Harga iPhone Bakal Lebih Mahal? Krisis Chip Memori Global Sorot Strategi Apple



KONTAN.CO.ID - Krisis pasokan chip memori global yang tengah menghantam pasar smartphone menimbulkan pertanyaan penting dari Silicon Valley hingga Shenzhen: Apakah Apple akan menaikkan harga iPhone atau menahan harga demi menarik pelanggan baru?

Apple memprediksi pertumbuhan penjualan yang kuat pekan lalu, didorong permintaan untuk model iPhone 17.

CEO Tim Cook mengatakan kepada investor bahwa harga chip memori diperkirakan akan meningkat tajam, tetapi ia tidak menjawab pertanyaan analis apakah Apple akan menyesuaikan harga produknya sebagai respons.


Baca Juga: Negosiasi Nuklir Iran-AS Digelar di Oman, Risiko Eskalasi Militer Membayangi

“Ada berbagai opsi yang bisa kami jalankan, dan siapa yang tahu seberapa berhasilnya, tetapi ada beberapa pilihan,” ujar Cook dalam panggilan pasca-laporan laba.

Cook tidak menjelaskan apakah kekurangan chip memberi kesempatan bagi Apple untuk meningkatkan pangsa pasar iPhone dan Mac dengan mempertahankan harga, sementara pesaing yang pasokannya lebih terbatas mungkin kesulitan.

Para analis berpendapat, meski terjadi kekurangan chip, Apple memiliki pengaruh kuat dengan pemasok jangka panjang seperti Samsung Electronics, SK Hynix, dan Micron untuk memastikan cukup chip bagi produksi iPhone, berbeda dengan produsen smartphone yang lebih kecil.

Tekanan Pasokan dari AI dan Data Center

Permintaan cepat untuk infrastruktur AI oleh perusahaan seperti Meta, Google, dan Microsoft telah menyerap banyak pasokan chip memori, sehingga harga naik karena produsen memprioritaskan komponen untuk pusat data yang margin-nya lebih tinggi dibanding perangkat konsumen.

Chip memori (DRAM) sangat krusial bagi smartphone agar aplikasi yang membutuhkan daya besar dapat berjalan lancar.

Baca Juga: AS Dorong Perjanjian Pengendalian Senjata Nuklir Baru Usai New START Berakhir

Keputusan Apple Tentukan Arah Industri

Keputusan Apple diperkirakan akan berdampak luas bagi industri smartphone. Tahun lalu, Apple memimpin pasar smartphone global dengan kenaikan pengiriman hampir 10%.

Jika Apple mempertahankan harga sementara pesaing kecil menaikkan harga seperti yang diperkirakan analis, iPhone akan terlihat lebih menarik.

Sebaliknya, jika Apple menaikkan harga, pesaing bisa mengikuti.

“Inilah pertanyaan terbesar bagi industri saat ini,” kata Nabila Popal, Direktur Riset Senior IDC.

“Ini pisau bermata dua, karena jika Apple tidak menaikkan harga, pangsa pasar bisa tumbuh, tapi investor mungkin tidak senang.”

Baca Juga: Harga Minyak Naik Tipis, Tapi Berada di Jalur Penurunan untuk Pekan Ini

Krisis chip memori juga diperkirakan menjadi salah satu faktor yang menyebabkan pasar smartphone global mengalami penurunan tahunan pertama sejak 2023, menurut data IDC.

Qualcomm, perancang chip smartphone terbesar dunia dan pemasok utama ponsel Android kelas atas, memperkuat kekhawatiran ini pekan lalu dengan perkiraan yang mengecewakan Wall Street akibat kekurangan chip memori pada pelanggannya.

“Kami melihat beberapa OEM, terutama di China, menurunkan rencana produksi handset dan persediaan saluran,” kata CFO Qualcomm, Akash Palkhiwala.

Para analis kembali menyoroti Apple. “Sepertinya mereka akan terus mendapatkan bagian DRAM yang tidak proporsional,” kata Ben Reitzes dari Melius Research.

Seorang eksekutif veteran industri smartphone yang meminta namanya dirahasiakan mengatakan, produsen Android “mengamati dengan hati-hati apakah Apple akan menaikkan harga.”

“Jika Apple menyerap seluruh kenaikan harga chip memori dan tidak mengubah harga ponsel, maka ponsel Android menjadi lebih mahal, dan volume yang diharapkan bisa menjadi pertanyaan,” ujarnya.

Baca Juga: Kirin Jual Four Roses, Fokus ke Bisnis Kesehatan

Beberapa investor Apple meyakini kenaikan harga akan terjadi.

“Apple biasanya mendapat prioritas dibanding pesaing dan relatif kebal terhadap kekurangan pasar. Mereka kemungkinan akan terus menaikkan harga saat model iPhone baru diperkenalkan,” kata Dan Morgan, manajer portofolio di Synovus Trust.

Langkah Samsung juga bisa memengaruhi pasar. Analis percaya divisi ponsel Samsung mungkin mampu menyerap kenaikan harga memori karena sumber chip dari unit Samsung lainnya.

“Kami mengamati Apple dan Samsung. Jika mereka menaikkan harga, produsen lain kemungkinan perlu menyesuaikan harga,” ujar Gadjo Sevilla, analis Emarketer.

Selanjutnya: Bitcoin Kembali ke US$65.000, Tapi Catat Penurunan Mingguan Terbesar Sejak Akhir 2022

Menarik Dibaca: Sambut Imlek, Genki Sushi Hadirkan 3 Menu dengan Harga Spesial