Harga Jual Produk Diprediksi Melonjak, Kadin Minta Pemerintah Perkuat Daya Beli



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga bahan baku utama industri dalam negeri masih belum stabil akibat konflik geopolitik yang tak kunjung usai. Alhasil, kenaikan harga jual sejumlah produk di Indonesia juga membayangi.

Kenaikan harga minyak mentah global menyebabkan semua bahan baku utama industri melonjak. Seperti bahan bakar minyak (BBM) non subsidi hingga harga plastik saat ini harganya sudah melonjak tinggi.

Menyikapi kondisi ini, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) meminta pemerintah melakukan sejumlah upaya yang cepat dan terukur demi menjaga keseimbangan stabilitas harga dengan keberlangsungan usaha.


Baca Juga: Harga BBM Naik, Inflasi Pangan Diroyeksi Tembus 6% di April 2026, Cek Pemicunya

"Kadin memandang diperlukan langkah cepat dan terukur untuk menjaga keseimbangan antara stabilitas harga dan keberlangsungan usaha," ujar Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi, Komunikasi, dan Pemberdayaan Daerah Kadin, Erwin Aksa kepada Kontan, Minggu (19/4/2026).

Erwin menuturkan salah satu langkah yang mesti diambil pemerintah adalah menjaga stabilitas harga energi. Terutama BBM dan listrik, karena ini menjadi komponen utama biaya produksi.

"Memperkuat daya beli masyarakat, melalui bantuan yang lebih tepat sasaran dan stimulus konsumsi," kata Erwin.

Pun, Kadin meminta kepada pemerintah memberikan insentif bagi industri, khususnya sektor padat karya. Tujuannya, agar tidak terjadi gelombang pengurangan tenaga kerja.

Lebih lanjut, kata Erwin, pemerintah juga mesti menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, untuk meredam tekanan harga bahan baku impor

Baca Juga: Di Tengah Gejolak Global, Pupuk Indonesia Bidik Peluang Ekspor Urea

Kemudian, Erwin menilai harus ada upaya dalam memastikan kelancaran distribusi dan logistik, agar tidak terjadi tambahan biaya yang memperburuk harga di pasar.

"Kadin menilai bahwa kunci utama saat ini adalah menjaga konsumsi domestik tetap kuat, karena itu merupakan penopang utama ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global," jelas Erwin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News