Harga Kemasan Naik, Sariguna Primatirta (CLEO) Lakukan Penyesuaian Harga Selektif



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Lonjakan harga plastik kemasan menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pelaku industri air minum dalam kemasan (AMDK), termasuk PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO). 

Menghadapi kondisi tersebut, CLEO mengambil langkah penyesuaian harga secara selektif dengan tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat serta menjaga positioning produk di pasar.

Presiden Direktur CLEO Melisa Patricia memaparkan bahwa sejak awal tahun, CLEO mencermati adanya tren kenaikan harga kemasan plastik. 


Baca Juga: Pemerintah RI dan Toyota Jajaki Investasi Pabrik Bioetanol di Lampung

Komponen bahan baku sendiri masih menjadi kontributor utama dalam struktur biaya produksi perusahaan, yakni mencapai 50% dari total biaya.  

Kondisi ini dipicu oleh dinamika geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah, yang memengaruhi harga energi dunia. Resin PET sebagai turunan minyak pun ikut terdampak.

“Sebagaimana diketahui, resin PET merupakan turunan dari produk petrokimia berbasis minyak, sehingga pergerakan harga energi global memiliki korelasi langsung terhadap struktur biaya kemasan,” ungkap Melisa, kepada KONTAN, Senin (20/4). 

Di sisi lain, perusahaan  mengandalkan berbagai strategi untuk menjaga margin tetap stabil. Dari sisi operasional, CLEO mendorong optimalisasi utilisasi kapasitas produksi, peningkatan efisiensi energi, serta penerapan continuous improvement di lini produksi. 

Selain itu, perusahaan juga melakukan lightweighting design kemasan secara bertahap guna mengurangi penggunaan material per unit.

 
CLEO Chart by TradingView

Dari sisi material, CLEO meningkatkan penggunaan r-PET sebagai bagian dari strategi efisiensi biaya sekaligus komitmen terhadap keberlanjutan. Evaluasi desain kemasan juga terus dilakukan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan resin.

Sementara itu, optimalisasi rantai pasok dilakukan dengan memanfaatkan kedekatan lokasi pabrik dengan pasar utama guna menekan biaya distribusi, serta meningkatkan fleksibilitas dalam sourcing bahan baku.

“CLEO terus meningkatkan penggunaan r-PET sebagai bagian dari strategi keberlanjutan sekaligus upaya mengurangi ketergantungan terhadap resin murni. Perseroan juga terbuka terhadap alternatif material ramah lingkungan, kami secara aktif memonitor perkembangan teknologi material untuk memastikan setiap inovasi tetap memenuhi standar kualitas produk serta daya saing harga,” jelasnya. 

Meski tekanan biaya meningkat, CLEO belum mengubah target kinerja tahun 2026. Pihaknya tetap membidik pertumbuhan positif yang ditopang oleh efisiensi operasional, optimalisasi proses produksi, strategi pricing selektif, serta penguatan supply chain.

Baca Juga: Jantra Grupo Indonesia (KAQI) Buka Cabang Baru di Gianyar Bali

“Hingga saat ini kami belum melakukan revisi guidance, namun tetap mencermati dinamika biaya bahan baku dan kondisi pasar secara hati-hati,” tambahnya.

Di sisi lain, kondisi kenaikan harga resin juga diklaim tidak mengganggu rencana ekspansi dan inovasi produk. 

CLEO menilai fluktuasi harga bahan baku merupakan bagian dari siklus industri yang telah diantisipasi dalam perencanaan jangka panjang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News