Harga kontrak jagung mumbul di Chicago



CHICAGO. Harga kontrak jagung naik ke level yang paling tinggi dalam 14 bulan terakhir seiring dengan suhu yang memanas dan cuaca yang makin kering pada bulan lalu di kawasan Midwest, AS yang membikin hasil panenan jagung AS makin menyusut. Beberapa wilayah AS dari bagian tenggara Kansas hingga sebelah timur Michigan mendapatkan kurang dari 50% dari curah hujan yang normal di bulan Agustus. Selain itu, suhu rata-rata juga 5 derajat Fahrenheit diatas normal. Hal tersebut mencuat dari data yang dirilis oleh Midwest Regional Climate Center. “Cuaca panas dan kering tersebut akan menggiring hasil panenan lebih rendah dari yang diprediksikan oleh USDA di bulan Agustus," kata Marty Foreman, Ekonom Doane Advisory Services Co. di St. Louis. Menurutnya, sulit untuk mengukur kerusakan lebih jauh lagi dari imbas cuaca yang memburuk ini. "Hanya saja, sepertinya kita akan menghadapi kondisi suplai yang menyusut," imbuhnya.Harga kontrak jagung untuk pengiriman Desember naik 7,5 sen atau 1,7% menjadi US$ 4,4675 per bushel di Chicago Board of Trade, Rabu (2/9) setelah sebelumnya sempat menyentuh US$ 4,4725; level yang paling tinggi untuk kontrak yang paling aktif diperdagangkan sejak Juni 2009. Harga kontrak jagung ini sudah naik sebesar 8% pada bulan Agustus lalu seiring dengan Rusia yang menahan ekspor biji-bijiannya akibat kekeringan yang berkepanjangan. Dalam laporan yang dirilis USDA pada pertengahan Agustus lalu, produksi jagung AS akan mencapai 13,365 juta bushel, 1,9% lebih tinggi dari panenan tahun 2009. Charles Sernatinger, Vice President ABN Amro Clearing LLC di Chicago menyebut, harga kontrak jagung juga naik seriing dengan spekulator dan investor yang meningkatkan aksi pertaruhannya bahwa perekonomian global akan kembali pulih dan menyurung permintaan komoditi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: