Harga Kopi Arabika Meroket Selasa (11/8), Tembus Level Tertinggi 3 Pekan



KONTAN.CO.ID - Harga kopi arabika menguat ke level tertinggi dalam tiga pekan pada Selasa (11/8/2026), didorong kekhawatiran terhadap penurunan stok bersertifikat di bursa ICE serta gempa bumi dahsyat yang melanda Kolombia, salah satu produsen arabika terbesar dunia.

Melansir Reuters, kontrak berjangka kopi arabika ICE naik 2,9% menjadi US$3,2285 per pound pada pukul 12.38 GMT. Harga sebelumnya sempat menyentuh US$3,2755 per pound, level tertinggi dalam tiga pekan.

Baca Juga: Lakukan Penerbangan Militer, Trump Naik Pesawat Rahasia dari Turki Via Truk Katering


Kenaikan harga kopi terjadi ketika persediaan kopi bersertifikat di ICE terus menurun. Data bursa menunjukkan stok terakhir berada di 242.673 kantong berukuran 60 kilogram, menjadi level terendah sejak akhir 2023.

GSX Commodities menyebut, persediaan bersertifikat secara tradisional menjadi cadangan terakhir bagi pasar.

"Mempertimbangkan stok di negara tujuan yang secara historis rendah, tingkat stok bersertifikat saat ini bukanlah penyangga yang layak, bahkan mendekati pun tidak," ujar GSX Commodities dalam catatannya.

Meski demikian, perusahaan penasihat dan perdagangan komoditas tersebut menilai pasar kopi masih menuju kondisi surplus yang cukup besar.

Kondisi itu pada akhirnya dapat membatasi kenaikan harga, meskipun petani Brasil yang memiliki modal kuat masih menahan penjualan.

Baca Juga: Harga Aluminium Tembus Level Tertinggi 7 Pekan Selasa (11/8), Pasokan Jadi Sorotan

Gempa Kolombia Jadi Perhatian

Sentimen terhadap kopi arabika juga dipengaruhi bencana gempa bumi di Kolombia.

Lebih dari 160 orang dilaporkan tewas setelah gempa berkekuatan 7,4 magnitudo mengguncang wilayah penghasil kopi Kolombia pada Senin (10/8/2026).

Kolombia merupakan salah satu produsen kopi arabika terbesar di dunia. Gangguan terhadap aktivitas produksi dan distribusi berpotensi semakin menekan pasokan di pasar global.

Sementara itu, harga kopi robusta turut menguat 0,9% menjadi US$3.829 per ton.

Baca Juga: AS Jual Dua Kapal Tanker Minyak Sitaan untuk Dijadikan Besi Tua di India

Harga Gula Dekati Level Tertinggi 10 Bulan

Di pasar komoditas lainnya, harga gula mentah bergerak mendekati level tertinggi dalam 10 bulan yang dicapai pada perdagangan sebelumnya.

Harga gula mentah naik 0,7% menjadi 16,58 sen per pound, setelah sebelumnya menyamai level tertinggi 10 bulan di 16,63 sen per pound.

Harga gula mendapat dukungan dari cuaca panas dan kering di Uni Eropa serta penurunan ekspor Brasil secara tahunan.

Namun, produksi gula Brasil yang belakangan cukup tinggi berpotensi membatasi kenaikan harga.

Baca Juga: Sebagian Wilayah Beijing dan China Tengah Dilanda Banjir Akibat Topan Dolphin

"Angka penggilingan tebu Brasil bagian tengah-selatan pada Juni memang lemah, tetapi penggilingan sepanjang musim masih berada di atas tahun lalu. Pasar secara umum mengetahui bahwa enam pekan terakhir di lapangan cukup produktif," kata broker gula fisik Deepcore.

Sentimen pasar gula juga dipengaruhi kabar bahwa pemerintah India mempertimbangkan pembatasan penggunaan tebu untuk produksi etanol pada musim berikutnya. Kabar tersebut mendorong saham produsen gula India melemah.

Sementara itu, harga gula putih naik tipis 0,1% menjadi US$506,70 per ton, setelah sempat mencapai US$511 per ton, level tertinggi sejak April 2025.

Baca Juga: Kapal Berbendera Panama Ditembak Helikopter Militer AS di Teluk Oman

Harga Kakao Tertekan

Berbeda dengan kopi dan gula, harga kakao bergerak melemah.

Kontrak kakao London turun 2,9% menjadi £4.166 per ton, meski masih berada dalam kisaran perdagangan sepekan terakhir.

Harga kakao New York juga turun 3,2% menjadi US$5.740 per ton.