Harga Kopi Berpotensi Turun Seperti Kakao, Analis Proyeksikan Koreksi Tajam pada 2026



TAMPA, Florida. Sejumlah analis industri komoditas mulai membandingkan pergerakan pasar kopi dengan kakao, setelah harga kakao mengalami kejatuhan signifikan pasca mencapai rekor tertinggi pada 2024. Para pelaku pasar kini menyoroti kemungkinan bahwa harga kopi juga akan mengalami koreksi dalam beberapa bulan ke depan

Perdebatan mengenai prospek harga kopi ini menjadi salah satu fokus pembahasan dalam konvensi tahunan National Coffee Association (NCA) yang digelar pekan lalu di Tampa, Florida.

Perbandingan Pasar Kopi dan Kakao

Harga kakao di New York sempat menyentuh rekor lebih dari US$12.000 per ton pada Desember 2024, dipicu gangguan pasokan akibat cuaca buruk di negara-negara produsen utama.


Namun, dalam waktu sekitar satu tahun, harga kakao anjlok lebih dari 70%, seiring penurunan permintaan akibat kenaikan harga dan langkah produsen cokelat yang mengurangi ukuran kemasan atau menggunakan bahan alternatif yang lebih murah 

Baca Juga: Harga Minyak Turun Seiring Irak Kembali Ekspor via Pelabuhan Ceyhan Turki

Menurut Carley Garner, Senior Commodities Strategist di DeCarley Trading, tren serupa berpotensi terjadi pada pasar kopi.

“Saya akan sangat terkejut jika itu tidak terjadi,” ujarnya, seraya menyebut bahwa kopi bisa menjadi “kakao berikutnya” dalam siklus penurunan harga.

Harga Arabika Pernah Tembus Rekor

Kopi jenis arabika juga mengalami lonjakan harga akibat gangguan produksi di wilayah tropis. Harga sempat mencapai rekor pada Februari 2025 dan tetap tinggi, dipengaruhi distorsi perdagangan global, termasuk dampak kebijakan tarif perdagangan Amerika Serikat.

Namun, ekspektasi pemulihan produksi di Brasil, sebagai produsen kopi terbesar dunia, mulai menekan harga pada tahun ini. Brasil diperkirakan akan mencatatkan panen yang kuat, yang berpotensi meningkatkan pasokan global

Garner memperkirakan harga kopi dapat turun hingga US$2 per pon pada akhir tahun ini, seiring melemahnya permintaan akibat harga yang tinggi.

Analis kopi dari Avere Commodities, Digby Beatson-Hird, bahkan memproyeksikan harga dapat turun lebih jauh hingga US$1,80 per pon. Sebagai perbandingan, kontrak kopi New York ditutup mendekati US$2,93 per pon pada perdagangan terbaru.

Baca Juga: Nvidia Dikabarkan Kantongi Restu China untuk Penjualan Chip H200, Adaptasi Chip Groq

Konsumen Mulai Mengurangi Pengeluaran

Survei NCA terhadap 1.500 responden di Amerika Serikat pada Januari menunjukkan 61% konsumen mengambil langkah penghematan, termasuk:

  • Mengurangi kunjungan ke kedai kopi
  • Lebih sering menyeduh kopi di rumah
  • Beralih ke merek yang lebih murah
Namun demikian, jumlah konsumen kopi secara keseluruhan tidak mengalami penurunan.

Pelaku industri juga telah menyesuaikan strategi. Varian arabika mild yang lebih mahal, seperti kopi Kolombia dan Amerika Tengah, kehilangan pangsa pasar, sementara biji robusta yang lebih murah mengalami peningkatan permintaan.