Harga Kopi Vietnam Stabil Kamis (20/8), Premium Robusta Indonesia Naik



KONTAN.CO.ID - Harga kopi robusta di Vietnam relatif stabil pada pekan ini di tengah aktivitas perdagangan yang tipis menjelang berakhirnya musim panen. Sementara itu, harga premium atau premium kopi robusta Indonesia justru meningkat.

Pedagang mengatakan, kondisi perdagangan kopi Vietnam cenderung sepi karena sebagian besar petani telah menjual persediaan mereka.

Baca Juga: Coal India Buka Kantor Perdagangan di Singapura, Bidik Mineral Kritis


Di kawasan Central Highlands yang merupakan sentra produksi kopi Vietnam, petani menjual biji kopi dengan harga 97.200 dong hingga 97.700 dong per kilogram, naik dari kisaran 96.300 dong hingga 97.000 dong per kilogram pada pekan sebelumnya.

"Perdagangan sangat lesu pada periode seperti ini setiap tahun. Sebagian besar petani sudah menjual persediaan mereka, sementara saat ini tidak banyak pembeli yang mencari kopi," ujar seorang pedagang yang berbasis di wilayah perkebunan kopi dilansir dari Reuters Kamis (20/8/2026).

Ia menambahkan, masih terlalu dini untuk menilai kualitas panen berikutnya. Namun, kondisi buah kopi atau cherry sejauh ini terlihat baik.

Di pasar berjangka, kontrak kopi robusta November ditutup turun US$11 menjadi US$3.728 per ton pada perdagangan Rabu (19/8).

Salah satu pedagang menawarkan kopi dengan harga 91.000 dong per kilogram untuk pengiriman Desember. Sementara pedagang lainnya menawarkan harga 93.500 dong hingga 94.000 dong per kilogram untuk periode pengiriman yang sama.

Baca Juga: Ancaman Donald Trump: Akan Ada Konsekuensi Ekonomi bagi Negara yang Dukung Iran

Premium Kopi Indonesia Naik

Di Indonesia, harga premium kopi robusta asal Sumatra mengalami kenaikan signifikan.

Biji robusta Sumatra ditawarkan dengan premium US$250 terhadap kontrak November, naik dari premium US$160 pada pekan sebelumnya untuk periode pengiriman yang sama.

Pedagang lainnya menyebut kopi ditawarkan dengan premium US$175 terhadap kontrak September, dibandingkan premium US$85 pada pekan sebelumnya.

Kenaikan premium tersebut menunjukkan harga kopi robusta Indonesia semakin tinggi dibandingkan harga acuan di pasar berjangka.

Baca Juga: Vietnam Tegaskan Komitmen Atasi Kekhawatiran AS soal Transshipment Barang

Sementara itu, petani kopi di Lampung mengatakan kondisi cuaca masih mendukung perkembangan buah kopi untuk musim panen berikutnya.

Kondisi cuaca yang relatif baik di sentra produksi Indonesia menjadi faktor positif bagi perkembangan tanaman kopi menjelang musim panen mendatang.