KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar kripto masih menghadapi tekanan akibat minimnya katalis positif dan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap keamanan aset digital. Insiden peretasan Binance turut memperburuk sentimen, sehingga sebagian pelaku pasar memilih mengamankan dana bahkan keluar dari pasar kripto. Dalam 30 hari terakhir, harga bitcoin terkoreksi 9,43% dengan rata-rata sekitar US$ 76.813. Sementara itu, ether melemah lebih dalam sebesar 16,43% dengan harga rata-rata US$ 2.251. Co-Founder CryptoWatch sekaligus Pengelola Channel Duit Pintar, Christopher Tahir mengatakan, minimnya katalis positif dan insiden peretasan Binance membuat sebagian investor memilih mengamankan asetnya karena khawatir terhadap keamanan pasar kripto. Baca Juga: Bitcoin dan Ethereum Gagal Uptober, Ini Proyeksi Harga Kripto hingga 2027 “Minimnya katalis positif dan bertepatan dengan adanya peretasan Binance, sehingga pelaku pasar ada yang mengamankan dana mereka dan juga ada yang sekalian exit dari crypto karena ada anggapan tidak aman,” ujar Christopher kepada KONTAN, Selasa (3/11/2026). Selain sentimen keamanan, peran investor institusi juga semakin menentukan arah pergerakan harga bitcoin. Seiring membesarnya kapitalisasi pasar bitcoin, aliran dana investor ritel dinilai tidak lagi terlalu dominan dalam menggerakkan harga. “Besarnya kapitalisasi pasar bitcoin ini akan membuat dana ritel tidak akan terlalu berpengaruh pada pergerakan harga, sehingga dana institusi yang akan menjadi pendorong utamanya,” ujarnya. Christopher memperkirakan harga bitcoin berpotensi turun ke kisaran US$ 50.000–US$ 60.000 hingga akhir 2026. Sementara itu, ether diproyeksikan berada di rentang US$ 1.800–US$ 2.000. Dia menyebut, prospek tersebut masih dibayangi ketidakpastian karena belum ada katalis yang dapat menjadi penopang pemulihan pasar. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Harga Kripto Tertekan, Bitcoin Diproyeksi ke US$ 50.000 di Akhir Tahun 2026
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar kripto masih menghadapi tekanan akibat minimnya katalis positif dan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap keamanan aset digital. Insiden peretasan Binance turut memperburuk sentimen, sehingga sebagian pelaku pasar memilih mengamankan dana bahkan keluar dari pasar kripto. Dalam 30 hari terakhir, harga bitcoin terkoreksi 9,43% dengan rata-rata sekitar US$ 76.813. Sementara itu, ether melemah lebih dalam sebesar 16,43% dengan harga rata-rata US$ 2.251. Co-Founder CryptoWatch sekaligus Pengelola Channel Duit Pintar, Christopher Tahir mengatakan, minimnya katalis positif dan insiden peretasan Binance membuat sebagian investor memilih mengamankan asetnya karena khawatir terhadap keamanan pasar kripto. Baca Juga: Bitcoin dan Ethereum Gagal Uptober, Ini Proyeksi Harga Kripto hingga 2027 “Minimnya katalis positif dan bertepatan dengan adanya peretasan Binance, sehingga pelaku pasar ada yang mengamankan dana mereka dan juga ada yang sekalian exit dari crypto karena ada anggapan tidak aman,” ujar Christopher kepada KONTAN, Selasa (3/11/2026). Selain sentimen keamanan, peran investor institusi juga semakin menentukan arah pergerakan harga bitcoin. Seiring membesarnya kapitalisasi pasar bitcoin, aliran dana investor ritel dinilai tidak lagi terlalu dominan dalam menggerakkan harga. “Besarnya kapitalisasi pasar bitcoin ini akan membuat dana ritel tidak akan terlalu berpengaruh pada pergerakan harga, sehingga dana institusi yang akan menjadi pendorong utamanya,” ujarnya. Christopher memperkirakan harga bitcoin berpotensi turun ke kisaran US$ 50.000–US$ 60.000 hingga akhir 2026. Sementara itu, ether diproyeksikan berada di rentang US$ 1.800–US$ 2.000. Dia menyebut, prospek tersebut masih dibayangi ketidakpastian karena belum ada katalis yang dapat menjadi penopang pemulihan pasar. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News