Harga LCGC Toyota Naik di Awal 2026, Segini Kenaikan Harganya!



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Toyota Astra Motor (TAM) menaikkan harga jual pada sejumlah model kendaraan yang dipasarkan di Indonesia sejak awal Januari 2026, termasuk pada segmen Low Cost Green Car (LCGC). Meski demikian, kenaikan harga pada segmen entry level tersebut dijaga tetap terbatas.

Public Relation Manager PT Toyota Astra Motor, Philardi Ogi, mengatakan penyesuaian harga LCGC Toyota hanya berkisar Rp 600.000 hingga Rp 700.000 per unit, atau kurang dari 1%.

“Per awal Januari 2026 lalu kami telah melakukan penyesuaian harga untuk beberapa model Toyota yang dijual di Indonesia, termasuk model-model LCGC," ujar Philardi kepada Kontan, Jumat (30/1/2026).


Baca Juga: ESDM Cek Temuan PPATK Soal Aliran Dana Tambang Ilegal Emas Rp 992 Triliun

Namun, khusus untuk model LCGC kenaikannya hanya berkisar Rp 600.000–Rp 700.000 atau kurang dari 1%. "Hal ini kami lakukan demi mempertahankan value yang kompetitif pada model entry level Toyota," sambungnya.

Menurut Philardi, penyesuaian tersebut dilakukan sebagai respons atas dinamika lanskap bisnis dan pasar otomotif yang turut memengaruhi total biaya kendaraan. Namun demikian, Toyota tetap berhati-hati agar daya tarik LCGC tidak tergerus.

“Penyesuaian harga ini merespons dinamika lanskap bisnis dan market otomotif yang ikut berpengaruh pada total cost kendaraan kami. Untuk detail terkait biaya manufaktur, itu berada di ranah Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN),” jelasnya.

TAM menyadari segmen LCGC merupakan pasar yang sangat sensitif terhadap harga. Hal ini sejalan dengan karakter konsumennya yang didominasi oleh pembeli pertama atau first buyer.

“Kami paham segmen entry level ini lebih price sensitive dibandingkan segmen lainnya karena demografi pelanggannya didominasi oleh first buyer. Namun, segmen ini tetap sangat penting sebagai entry point bagi masyarakat yang ingin upgrade dari kendaraan roda dua atau dari mobil bekas,” ujar Philardi.

Untuk menjaga daya saing di tengah tekanan pasar, TAM terus memperkuat koordinasi dengan manufaktur, dealer, dan seluruh rantai nilai. Langkah ini dilakukan agar solusi mobilitas yang ditawarkan tetap terjangkau dan relevan dengan kebutuhan konsumen di berbagai daerah.

Baca Juga: Ford Tambah Dealer Baru di PIK 2, Bidik Pertumbuhan Jangka Panjang

“Bentuknya beragam, mulai dari paket aftersales, promo tambahan, hingga skema pembiayaan yang lebih fleksibel,” tambahnya.

Sebagai informasi, Toyota memiliki dua model utama di segmen LCGC, yakni Toyota Calya yang bermain di segmen MPV tujuh penumpang dan Toyota Agya di segmen city car. Kedua model ini menggunakan mesin 1.200 cc dan dikenal irit bahan bakar, sehingga menjadi pilihan utama keluarga muda dan pengguna perkotaan.

Sebelumnya, penjualan LCGC secara nasional memang mengalami tekanan. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat, distribusi LCGC sepanjang 2025 turun 31% menjadi 122.686 unit dibandingkan 176.766 unit pada 2024. 

Wakil Presiden TAM Henry Tanoto menyebut pengetatan seleksi kredit akibat meningkatnya rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) di industri pembiayaan menjadi salah satu faktor utama melemahnya permintaan dari konsumen first buyer.

Meski demikian, TAM berharap penurunan pasar LCGC pada 2025 menjadi titik terendah, seiring harapan membaiknya kondisi ekonomi dan pembiayaan pada 2026.

Baca Juga: DEN Dituntut Tegas, Pastikan Revisi RUEN Ada Strategi Tekan Ketergantungan BBM Fosil

Selanjutnya: Indeks Kepercayaan Industri Januari 2026 Cetak Rekor, Pebisnis Sambut Ramadan

Menarik Dibaca: Hasil Thailand Masters 2026: 2 Tunggal Putra RI ke Semifinal, Kunci 1 Tiket Final

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News