Harga Lithium China Meroket! Ini Faktor Kenaikannya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga lithium di China melonjak tajam pada Kamis setelah pemerintah Zimbabwe memutuskan untuk menghentikan ekspor mineral mentah, memicu kekhawatiran gangguan pasokan di tengah proyeksi lonjakan permintaan untuk penyimpanan energi.

Berdasarkan data perdagangan, kontrak lithium karbonat paling aktif di Guangzhou Futures Exchange naik 6,07% menjadi 178.020 yuan per metrik ton pada pukul 03.30 GMT. Bahkan, harga sempat melonjak lebih dari 9% ke level 187.700 yuan pada sesi perdagangan sebelumnya.

Keputusan Zimbabwe untuk menangguhkan ekspor seluruh mineral mentah, termasuk konsentrat lithium, mulai berlaku segera sejak Rabu. Kebijakan ini langsung memicu kekhawatiran di pasar global terkait stabilitas pasokan bahan baku penting untuk industri baterai.


Baca Juga: Google Bongkar Operasi Peretasan Global Terkait China, Begini Respons Beijing

Zimbabwe merupakan produsen lithium terbesar di Afrika. Pada tahun 2025, negara tersebut mengekspor sekitar 1,128 juta ton konsentrat spodumene—bahan baku utama lithium—naik 11% dibandingkan tahun sebelumnya. Sebagian besar ekspor tersebut dikirim ke China.

Sejumlah perusahaan tambang asal China, seperti Zhejiang Huayou Cobalt dan Sinomine, telah melakukan investasi signifikan di sektor pertambangan Zimbabwe dalam beberapa tahun terakhir.

Larangan ekspor ini muncul di saat pasar lithium tengah mengalami reli sejak paruh kedua 2025. Kenaikan harga didorong oleh ekspektasi lonjakan permintaan sistem penyimpanan energi, seiring percepatan transisi energi global dan pertumbuhan sektor kendaraan listrik.

Gangguan pasokan dari Zimbabwe berpotensi memperketat pasar lithium global, sekaligus memperkuat tren kenaikan harga dalam jangka menengah hingga panjang.

Selanjutnya: Imbas Perizinan yang Rumit, BKPM Akui Investasi RI Jadi Kalah Saing Dengan Vietnam

Menarik Dibaca: Promo Tiket Pelni Lebaran: Diskon 30% Bikin Mudik Hemat, Cek Syarat dan Ketentuannya