KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga emas, perak, dan paladium menguat pada perdagangan Kamis (15/10/2026). Namun, penguatan tersebut disebut belum cukup kuat untuk menandai pembalikan tren logam mulia di tengah ketidakpastian arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat (AS). Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, prospek pergerakan logam mulia masih dibayangi ketidakpastian kebijakan moneter AS. Meski sinyal pelonggaran dari sejumlah pejabat Federal Reserve (The Fed) memberi ruang bagi pemulihan harga, inflasi yang tetap tinggi berpotensi menahan penguatan lebih lanjut. “Saya melihat penguatan ini masih belum menjadi sinyal pembalikan tren yang kuat. Pernyataan dovish dari pejabat the Fed menyebabkan pelemahan dolar AS dan penurunan yield Treasury membantu menopang harga logam mulia. Namun, inflasi AS yang masih tinggi membuat arah kebijakan the Fed tetap menjadi risiko,” kata Lukman kepada Kontan, Kamis (15/10/2026).
Harga Logam Mulia Kompak Menguat, Tapi Belum Cukup Kuat untuk Membalikkan Tren
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga emas, perak, dan paladium menguat pada perdagangan Kamis (15/10/2026). Namun, penguatan tersebut disebut belum cukup kuat untuk menandai pembalikan tren logam mulia di tengah ketidakpastian arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat (AS). Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, prospek pergerakan logam mulia masih dibayangi ketidakpastian kebijakan moneter AS. Meski sinyal pelonggaran dari sejumlah pejabat Federal Reserve (The Fed) memberi ruang bagi pemulihan harga, inflasi yang tetap tinggi berpotensi menahan penguatan lebih lanjut. “Saya melihat penguatan ini masih belum menjadi sinyal pembalikan tren yang kuat. Pernyataan dovish dari pejabat the Fed menyebabkan pelemahan dolar AS dan penurunan yield Treasury membantu menopang harga logam mulia. Namun, inflasi AS yang masih tinggi membuat arah kebijakan the Fed tetap menjadi risiko,” kata Lukman kepada Kontan, Kamis (15/10/2026).