KONTAN.CO.ID — JAKARTA. Harga logam mulia bergerak melemah pada perdagangan Kamis (15/1). Mengutip Trading Economics pukul 17.10 WIB, harga emas turun 0,36% ke US$ 4.611 per ons troi, sementara perak melemah 2,34% ke US$ 90,97 per ons troi. Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menilai pelemahan harga emas dan perak terutama dipicu aksi ambil untung investor setelah reli tajam sebelumnya. Selain itu, pasar juga merespons pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang bersikap lebih lunak terhadap Iran. “Profit taking, dan juga merespon pernyataan Trump yang lunak terhadap Iran dimana dia mengatakan bahwa belum ada rencana penyerangan atau intervensi dalam waktu dekat,” jelas Lukman pada Kontan, Kamis (15/1/2026). Sejalan dengan itu, Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo menilai koreksi harga ini merupakan respons alami pasar setelah emas dan perak mencetak rekor tertinggi. Meredanya kekhawatiran geopolitik dalam jangka pendek turut menekan minat beli aset safe haven, meski tidak mengubah tren jangka panjangnya.
Harga Logam Mulia Melemah, Analis Sebut Hanya Koreksi Sementara
KONTAN.CO.ID — JAKARTA. Harga logam mulia bergerak melemah pada perdagangan Kamis (15/1). Mengutip Trading Economics pukul 17.10 WIB, harga emas turun 0,36% ke US$ 4.611 per ons troi, sementara perak melemah 2,34% ke US$ 90,97 per ons troi. Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menilai pelemahan harga emas dan perak terutama dipicu aksi ambil untung investor setelah reli tajam sebelumnya. Selain itu, pasar juga merespons pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang bersikap lebih lunak terhadap Iran. “Profit taking, dan juga merespon pernyataan Trump yang lunak terhadap Iran dimana dia mengatakan bahwa belum ada rencana penyerangan atau intervensi dalam waktu dekat,” jelas Lukman pada Kontan, Kamis (15/1/2026). Sejalan dengan itu, Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo menilai koreksi harga ini merupakan respons alami pasar setelah emas dan perak mencetak rekor tertinggi. Meredanya kekhawatiran geopolitik dalam jangka pendek turut menekan minat beli aset safe haven, meski tidak mengubah tren jangka panjangnya.