Harga Melonjak 142%, Saham Bank Ini Termasuk Saham Konsentrasi Kepemilikan Tinggi
Kamis, 08 Oktober 2026 05:34 WIB
Oleh: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Info penting untuk investor ritel yang mengoleksi saham PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD). Harga saham perbankan yang belakangan ini melonjak tinggi tersebut ternyata termasuk saham dengan tingkat konsentrasi kepemilikan yang tinggi atau high shareholding concentration (HSC). Dalam pengumuman resmi, Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan saham BSWD sebagai saham HSC. Direktur BEI Yulianto Aji Sadono mengatakan, penetapan tersebut merupakan hasil penelitian yang dilakukan BEI bersama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) terhadap struktur kepemilikan saham BSWD. Berdasarkan data per 2 Oktober 2026, BEI menemukan kepemilikan saham BSWD oleh pemegang saham tertentu, baik dalam bentuk warkat maupun nonwarkat, mencapai 99,95% dari total saham yang telah diterbitkan perseroan. "Pengumuman ini tidak serta menunjukkan pelanggaran terhadap peraturan dan regulasi yang berlaku di pasar modal," ujar Yulianto dalam pengumuman BEI, Rabu (7/10/2026).
Baca Juga: Wall Street Ditutup Melemah, Rekor Tinggi Tertekan Kenaikan Imbal Hasil Treasury Kepemilikan saham BSWD Berdasarkan laporan bulanan yang disampaikan Bank of India Indonesia, Bank of India tercatat sebagai pemegang saham pengendali BSWD dengan kepemilikan sebesar 90,96%. Adapun porsi saham yang tercatat sebagai saham publik atau free float mencapai 7,68%. Sementara itu, data KSEI yang mengungkap kepemilikan saham di bawah 5% menunjukkan terdapat sejumlah pemegang saham lainnya. Salah satunya adalah PT Panca Mantra Jaya (PMJ) dengan kepemilikan sekitar 4,99% saham BSWD. Selain itu, terdapat investor individu bernama Deepak Chugani yang tercatat memiliki sekitar 1,68% saham Bank of India Indonesia. Kondisi tersebut membuat konsentrasi kepemilikan saham BSWD menjadi sangat tinggi. Namun, BEI menegaskan bahwa status HSC tersebut tidak otomatis menunjukkan adanya pelanggaran terhadap ketentuan pasar modal. Tonton: Saham Haji Isam Dijaminkan, Investor Perlu Waspada? Saham BSWD disuspensi BEI Penetapan BSWD sebagai saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi terjadi setelah perdagangan saham tersebut dihentikan sementara oleh BEI. BEI melakukan suspensi terhadap saham BSWD sejak 5 Oktober 2026 setelah harga saham bank tersebut mengalami kenaikan signifikan dan menyentuh auto rejection atas (ARA) selama empat hari perdagangan berturut-turut. Dalam periode tersebut, harga saham BSWD tercatat melonjak 142% hingga mencapai level Rp3.600 per saham. Pergerakan harga yang sangat signifikan tersebut menjadi perhatian bursa, terutama di tengah struktur kepemilikan saham BSWD yang sangat terkonsentrasi. Baca Juga: Daftar Saham PER Terendah & Tertinggi LQ45 (7 Oktober 2026), BRPT dan GOTO Terkoreksi Sekilas tentang Bank of India Indonesia
Bank of India Indonesia sebelumnya dikenal dengan nama Bank Swadesi. Bank of India, bank milik pemerintah India, masuk sebagai pemegang saham BSWD setelah mengakuisisi saham perseroan pada 2007. Sebelum diakuisisi Bank of India, Bank Swadesi merupakan bagian dari kepemilikan keluarga Rupchand Chugani. Chugani diketahui mengambil alih Bank Swadesi pada 1984 dari sejumlah pengusaha lokal di Surabaya. Setelah masuknya Bank of India sebagai pemegang saham, Bank Swadesi kemudian berkembang menjadi Bank of India Indonesia dan sahamnya diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia dengan kode BSWD.
TOK! BPIH Haji 2027 Rp98,46 Juta, Jemaah Cuma Nambah Rp23,05 Juta