Harga Minyak Anjlok 1%, WTI Kembali ke Bawah US$ 60 Per Barel di Pagi Ini (21/1)



KONTAN.CO.ID - TOKYO. Harga minyak mentah anjlok hingga lebih dari 1% di perdagangan awal sesi Asia karena tekanan dari ketegangan geopolitik dan perkiraan peningkatan persediaan minyak mentah AS lebih besar daripada penghentian sementara produksi di dua ladang besar di Kazakhstan.

Rabu (21/1/2026) pukul 07.15 WIB, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Maret 2026 turun 79 sen atau 1,31% menjadi US$ 59,57 per barel.

Serupa, harga minyak mentah jenis Brent untuk pengiriman Maret 026 belum mulai diperdagangkan pada hari Rabu, tetapi pada sesi sebelumnya kontrak tersebut naik 98 sen, atau 1,53%, menjadi US$ 64,92 per barel.


Kontrak tersebut naik setelah Kazakhstan, anggota kelompok produsen minyak OPEC+, untuk sementara menghentikan produksi di ladang minyak Tengiz dan Korolev dan karena data ekonomi China yang kuat.

Baca Juga: Trump Tandatangani Perintah Batasi Investor Institusional Beli Rumah Keluarga Tunggal

Produksi minyak di dua ladang Kazakhstan tersebut dapat dihentikan selama 7-10 hari lagi setelah dihentikan pada hari Minggu, menurut tiga sumber industri kepada Reuters.

Penghentian produksi minyak di Tengiz, salah satu ladang minyak terbesar di dunia, dan Korolev, karena masalah distribusi listrik, bersifat sementara, dan tekanan pasar yang lebih luas dari geopolitik dan perkiraan kenaikan persediaan minyak mentah AS justru akan berlanjut, kata analis pasar IG, Tony Sycamore, pada hari Rabu.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Selasa bahwa "tidak ada jalan mundur" pada tujuannya untuk mengendalikan Greenland. Janjinya sebelumnya tentang tarif baru pada sejumlah negara Eropa jika tidak ada kesepakatan tentang Greenland yang tercapai berisiko menurunkan pertumbuhan ekonomi.

Persediaan minyak mentah dan bensin AS diperkirakan meningkat minggu lalu, sementara persediaan distilat kemungkinan turun, menurut jajak pendapat awal Reuters pada hari Selasa, menjelang data Administrasi Informasi Energi pada hari Kamis (22/1/2026).

Selanjutnya: 2026, Saham Adik Prabowo Tren Melemah, Analis malah Rekomendasi Beli

Menarik Dibaca: Bluebird Group Gandeng Tahilalats, Ada Promo Taksi dan Aktivasi Interaktif