KONTAN.CO.ID - Harga minyak dunia anjlok tajam, sementara bursa saham global bangkit dari posisi terendah dalam empat bulan pada Senin (23/3/2025). Sentimen pasar membaik setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan akan menunda serangan militer terhadap infrastruktur energi Iran. Melansir Reuters, Trump juga mengklaim bahwa Amerika Serikat tengah melakukan pembicaraan dengan Teheran untuk mengakhiri konflik. Namun, klaim tersebut dengan cepat dibantah oleh pihak Iran. Melalui platform Truth Social, Trump mengatakan bahwa kedua negara telah melakukan pembicaraan yang “sangat baik dan produktif” terkait kemungkinan “penyelesaian total konflik di Timur Tengah”.
Minyak Jatuh Lebih dari 13%, Dolar Melemah
Pernyataan tersebut langsung mengguncang pasar global. Harga minyak jatuh lebih dari 13%, dolar AS melemah terhadap mata uang utama lainnya, dan biaya pinjaman pemerintah ikut menurun. “Sulit memastikan mana yang benar, tapi tampaknya Trump sedang mencoba membuka jalur komunikasi dengan Iran meski dibantah keras oleh mereka,” kata Tim Ghriskey, analis senior di Ingalls & Snyder, New York. Baca Juga: Harga Minyak Melonjak ke Level Tertinggi 4 Tahun, Cek Pemicu Utamanya! Menurutnya, sentimen positif ini mendorong lonjakan pasar saham, meskipun kenaikannya sempat tertahan akibat bantahan dari Iran.Iran Bantah, Tapi Pasar Tetap Menguat
Media Iran secara tegas membantah pernyataan Trump. Meski begitu, pasar tetap merespons positif. Harga minyak mentah AS turun sekitar 9,6% ke level US$ 88,84 per barel, sementara Brent merosot 10,9% ke US$ 99,90 per barel. Di pasar saham, indeks Russell 2000 yang berisi saham kapitalisasi kecil naik 2,5%. Sementara itu:- Dow Jones naik 631 poin (1,38%) ke 46.208,47
- S&P 500 menguat 1,15% ke 6.580,99
- Nasdaq melonjak 1,38% ke 21.946,76