KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak dunia merosot lebih dari 5% pada perdagangan Senin (3/8/2026) setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menunda serangan baru terhadap Iran. Langkah tersebut diambil di tengah upaya mencapai kesepakatan yang diharapkan dapat menghentikan ambisi nuklir Teheran sekaligus membuka kembali Selat Hormuz. Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent turun US$ 4,65 atau 5,29% menjadi US$ 83,28 per barel pada pukul 07.02 GMT (14:02 WIB). Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah US$ 5,20 atau 6,14% menjadi US$ 79,47 per barel. Penurunan ini terjadi setelah kedua kontrak minyak tersebut melonjak lebih dari 20% sepanjang bulan lalu. Kenaikan sebelumnya dipicu oleh kembali memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran, serta serangan terhadap sejumlah kapal tanker di sekitar Oman yang meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan pelayaran dan membuat banyak perusahaan pelayaran enggan memasuki kawasan Teluk untuk memuat minyak.
Harga Minyak Anjlok Lebih dari 5% Setelah Trump Tunda Serangan ke Iran
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak dunia merosot lebih dari 5% pada perdagangan Senin (3/8/2026) setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menunda serangan baru terhadap Iran. Langkah tersebut diambil di tengah upaya mencapai kesepakatan yang diharapkan dapat menghentikan ambisi nuklir Teheran sekaligus membuka kembali Selat Hormuz. Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent turun US$ 4,65 atau 5,29% menjadi US$ 83,28 per barel pada pukul 07.02 GMT (14:02 WIB). Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah US$ 5,20 atau 6,14% menjadi US$ 79,47 per barel. Penurunan ini terjadi setelah kedua kontrak minyak tersebut melonjak lebih dari 20% sepanjang bulan lalu. Kenaikan sebelumnya dipicu oleh kembali memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran, serta serangan terhadap sejumlah kapal tanker di sekitar Oman yang meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan pelayaran dan membuat banyak perusahaan pelayaran enggan memasuki kawasan Teluk untuk memuat minyak.