Harga Minyak Bergerak Stabil Menjelang Putaran Kedua Pembicaraan AS-Iran



KONTAN.CO.ID -  NEW DELHI. Harga minyak relatif stabil pada Senin (16/2/2026), karena investor menimbang implikasi pasar dari putaran kedua pembicaraan AS-Iran yang bertujuan meredakan ketegangan, di tengah ekspektasi kenaikan pasokan dari OPEC+.

Minyak berjangka Brent turun tipis 3 sen menjadi US$ 67,72 per barel pada pukul 14.27 WIB. Sementara itu, harga West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat berada di US$ 62,86 per barel, turun 3 sen. Tidak ada penyelesaian kontrak WTI pada Senin karena libur Presiden di AS.

Minggu lalu, kedua patokan minyak mencatat penurunan mingguan, dengan Brent turun sekitar 0,5% dan WTI turun 1% setelah komentar Presiden AS Donald Trump bahwa Washington bisa mencapai kesepakatan dengan Teheran dalam sebulan mendatang. Pernyataan itu mendorong harga turun pada Kamis lalu.


Baca Juga: Pergerakan Saham Asia Tenang di Tengah Libur, Thailand Catat Kenaikan Tertinggi

Putaran kedua pembicaraan dijadwalkan berlangsung Selasa di Jenewa, setelah negosiasi awal bulan ini untuk menangani sengketa panjang terkait program nuklir Iran dan mencegah konfrontasi militer baru. Seorang diplomat Iran menyebutkan, Teheran mengejar kesepakatan nuklir yang memberikan manfaat ekonomi bagi kedua pihak, termasuk investasi di sektor energi dan pertambangan serta pembelian pesawat.

Meski begitu, analis pasar Tony Sycamore memperingatkan bahwa kedua pihak diperkirakan akan tetap pada garis merah masing-masing, sehingga kemungkinan tercapai kesepakatan rendah. “Ini kemungkinan akan menjadi tenang sebelum badai,” kata Tony.

Ketegangan AS-Iran telah mendorong harga minyak, sementara OPEC+, gabungan negara eksportir minyak cenderung melanjutkan peningkatan produksi mulai April setelah jeda tiga bulan, untuk memenuhi permintaan puncak musim panas, menurut laporan Reuters.

Aktivitas pasar keuangan global diperkirakan tetap tipis pada Senin, karena China, Korea Selatan, dan Taiwan libur Tahun Baru Imlek, ditambah libur Presidents Day di AS. Sugandha Sachdeva, pendiri SS WealthStreet di New Delhi, mengatakan, dengan minimnya petunjuk permintaan dari Tiongkok minggu ini, likuiditas tetap tipis dan pergerakan harga bisa tetap fluktuatif.

"Secara jangka pendek, perkembangan geopolitik dan data persediaan akan menjadi faktor utama volatilitas, membuat harga minyak tetap rentan terhadap pergerakan tajam dua arah,” tambah Sachdeva.

Baca Juga: Volkswagen Siap Pangkas Biaya Hingga 20% di Seluruh Merek

Selanjutnya: Pergerakan Saham Asia Tenang di Tengah Libur, Thailand Catat Kenaikan Tertinggi

Menarik Dibaca: Promo The Body Shop Spesial Imlek, Lip Tint-Primer Diskon hingga 50%