KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pengamat pajak dari Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA), Fajry Akbar, menilai eskalasi konflik di Timur Tengah akibat serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran langsung memicu lonjakan harga minyak dunia dan berpotensi mengguncang postur APBN 2026. Menurut Fajry, pada perdagangan Senin hari ini harga minyak dunia melonjak tajam. Sejumlah analis dan ekonom bahkan memperkirakan kenaikan harga minyak bisa mencapai US$ 20–30 per barel, dengan kemungkinan kembali menyentuh level US$ 100 per barel. Padahal, dalam APBN 2026 pemerintah mengasumsikan harga minyak dunia sebesar US$ 70 per barel. Lonjakan harga yang jauh melampaui asumsi tersebut dinilai akan berdampak signifikan terhadap penerimaan dan belanja negara.
Harga Minyak Berpotensi Melonjak, Defisit APBN 2026 Terancam Bengkak
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pengamat pajak dari Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA), Fajry Akbar, menilai eskalasi konflik di Timur Tengah akibat serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran langsung memicu lonjakan harga minyak dunia dan berpotensi mengguncang postur APBN 2026. Menurut Fajry, pada perdagangan Senin hari ini harga minyak dunia melonjak tajam. Sejumlah analis dan ekonom bahkan memperkirakan kenaikan harga minyak bisa mencapai US$ 20–30 per barel, dengan kemungkinan kembali menyentuh level US$ 100 per barel. Padahal, dalam APBN 2026 pemerintah mengasumsikan harga minyak dunia sebesar US$ 70 per barel. Lonjakan harga yang jauh melampaui asumsi tersebut dinilai akan berdampak signifikan terhadap penerimaan dan belanja negara.
TAG: