Harga Minyak Berpotensi Naik Efek Terlibatnya AS-Inggris di Konflik Timur Tengah



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Analis Deu Calion Futures (DCFX) Andrew Fischer memprediksi, harga minyak hari ini menunjukkan potensi kenaikan, Rabu (7/2). Situasi geopolitik di Timur Tengah menjadi faktor yang perlu diperhatikan pasar minyak mentah saat ini.

Andrew menyebutkan, konflik di Timur Tengah, khususnya antara AS-Inggris dan Iran, dapat berdampak signifikan pada harga minyak. Iran sebagai salah satu produsen minyak terbesar di wilayah tersebut dapat mengalami gangguan produksi jika konflik semakin meningkat. Oleh karena itu, perlunya memantau perkembangan konflik tersebut karena dapat memicu kenaikan harga minyak yang lebih tinggi.

“Meskipun potensi kenaikan harga minyak tinggi, tren harga secara keseluruhan masih mendukung kenaikan. Hingga saat ini, belum ada berita signifikan yang dapat merubah tren tersebut. Namun, perlu dicatat bahwa situasi geopolitik dapat berubah dengan cepat, dan investor disarankan untuk tetap waspada terhadap perkembangan terbaru,” ucap Andrew dalam risetnya, Rabu (7/2).


Dalam rangkuman harga minyak hari ini, Futures minyak mentah pada jam dagang AS mengalami kenaikan. Pada New York Mercantile Exchange, harga minyak mentah untuk penyerahan Maret diperdagangkan pada US$ 73,48 per barel, menunjukkan peningkatan sebesar 0,96%.

Baca Juga: Menguat 3,13% di Awal Pekan, Harga Batubara Masih Berpotensi Tertekan di Tahun Ini

Instrumen ini mencapai sesi tinggi sebelumnya pada USD per barel, dengan level dukungan diperkirakan berada pada US$ 71,41 dan resistance pada US$ 78,11.

Di sisi lain, harga minyak Brent untuk penyerahan April naik 0,91% di ICE dan diperdagangkan pada US$ 78,70 per barel. Spread antara kontrak minyak Brent dan minyak mentah berada pada US$ 5,22 per barel. Ini menunjukkan bahwa minyak Brent memiliki kinerja yang lebih baik pada sesi perdagangan hari ini.

Sementara itu, Indeks Dolar AS Berjangka menurun sebesar 0,26% dan diperdagangkan pada US$ 104,05. Indeks dolar memantau kinerja greenback terhadap enam mata uang utama lainnya.

Andrew menekankan perlunya memantau perkembangan konflik geopolitik, karena risiko yang terkait dengan situasi politik di Timur Tengah dapat memberikan dampak yang signifikan pada pasar minyak global. Terlepas dari tren harga minyak secara keseluruhan masih mendukung kenaikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi