Harga Minyak Bertahan di Level Tertinggi 7 Bulan, Pasar Cermati Negosiasi AS–Iran



KONTAN.CO.ID - Harga minyak dunia bertahan di sekitar level tertinggi tujuh bulan pada Rabu (25/2), seiring pelaku pasar mencermati risiko gangguan pasokan akibat potensi konflik militer antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Melansir Reuters, minyak Brent menguat 33 sen menjadi US$ 71,10 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) naik 22 sen ke US$ 65,85 per barel.

Harga Brent sebelumnya menyentuh level tertinggi sejak 31 Juli, sedangkan WTI mencapai puncak sejak 4 Agustus, setelah AS memosisikan kekuatan militer di Timur Tengah untuk menekan Iran agar bernegosiasi terkait program nuklir dan rudal balistiknya.


Baca Juga: Ini Poin-Poin Penting Pidato Kenegaraan Presiden Trump di Kongres AS

Iran merupakan produsen minyak terbesar ketiga di dalam Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC). Konflik berkepanjangan berisiko mengganggu pasokan dari kawasan produsen utama tersebut.

Presiden AS Donald Trump dalam pidato kenegaraannya menegaskan tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir, yang kembali memicu kekhawatiran pasar energi.

“Pasar sedang mencoba membaca arah hubungan AS dan Iran. Tanpa eskalasi atau retorika keras, harga Brent kemungkinan bergerak di kisaran US$ 60–US$ 65 per barel,” ujar Ole Hvalbye, analis komoditas SEB.

Negosiasi di Jenewa

Utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner dijadwalkan bertemu delegasi Iran dalam putaran ketiga perundingan di Jenewa pada Kamis.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyatakan kesepakatan dengan AS “dalam jangkauan”, asalkan diplomasi menjadi prioritas.

Baca Juga: China Klaim Penuhi Kewajiban Dagang AS, Peringatkan Risiko Tarif Tambahan

Namun, analis IG Tony Sycamore mencatat bahwa tuntutan “zero enrichment” dari pihak AS masih menjadi garis merah yang sensitif dalam negosiasi.

Di tengah meningkatnya ketegangan, Iran dilaporkan mempercepat pembicaraan untuk membeli rudal jelajah anti-kapal dari China, yang berpotensi menargetkan armada laut AS di sekitar wilayahnya.

Bayang-Bayang Kenaikan Stok

Meski ketegangan geopolitik menopang harga, pasar juga dibayangi kekhawatiran kelebihan pasokan global.

Data American Petroleum Institute (API) menunjukkan lonjakan stok minyak mentah AS sebesar 11,43 juta barel pada pekan yang berakhir 20 Februari.

Baca Juga: Reli Saham Teknologi Diuji, Bursa Global Menanti Laporan Kinerja Nvidia

Laporan resmi dari Energy Information Administration (EIA) dijadwalkan rilis pada Rabu waktu setempat.

Kombinasi antara risiko geopolitik dan tekanan fundamental dari sisi persediaan membuat harga minyak rentan terhadap volatilitas dalam jangka pendek, terutama menjelang hasil pembicaraan AS–Iran.

Selanjutnya: Elnusa Tuntaskan Survei Seismik 3D OBN Zulu North di Kepulauan Seribu

Menarik Dibaca: Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (26/2), Provinsi Ini Diguyur Hujan Sangat Lebat