KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Kenaikan harga minyak mentah dunia dan pelemahan nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global berisiko memperlebar defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengungkapkan, tekanan terhadap fiskal pemerintah berpotensi meningkat apabila konflik geopolitik di Timur Tengah terus berlanjut dan mendorong harga energi tetap tinggi dalam waktu yang lama. Ia menjelaskan, lonjakan harga minyak mentah tidak hanya berdampak terhadap biaya impor energi, tetapi juga memberi tekanan pada subsidi energi, inflasi, biaya logistik, hingga ruang fiskal pemerintah.
Harga Minyak dan Pelemahan Rupiah Berpotensi Menambah Defisit APBN Rp 200 Triliun
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Kenaikan harga minyak mentah dunia dan pelemahan nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global berisiko memperlebar defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengungkapkan, tekanan terhadap fiskal pemerintah berpotensi meningkat apabila konflik geopolitik di Timur Tengah terus berlanjut dan mendorong harga energi tetap tinggi dalam waktu yang lama. Ia menjelaskan, lonjakan harga minyak mentah tidak hanya berdampak terhadap biaya impor energi, tetapi juga memberi tekanan pada subsidi energi, inflasi, biaya logistik, hingga ruang fiskal pemerintah.