Harga minyak dekati level terendah dua tahun



SYDNEY. Harga kontrak minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan mendekati level terendah dalam dua tahun terakhir hari ini (15/10). Data Bloomberg menunjukkan, pada pukul 14.15 waktu Sydney, harga kontrak minyak WTI untuk pengantaran November berada di posisi US$ 82,12 per barel di New York Mercantile Exchange atau naik 28 sen.

Kemarin, harga kontrak yang sama turun US$ 3,90 menjadi US$ 81,84 per barel. Ini merupakan level terendah sejak Juni 2012.

Harga minyak terjatuh ke pasar bearish setelah cadangan minyak AS melonjak ke posisi tertingginya dalam 30 tahun terakhir. Di sisi lain, tingkat permintaan minyak global juga melemah. Sementara, OPEC merespon penurunan harga minyak dengan memangkas harga. Hal ini memicu spekulasi bahwa mereka lebih memilih bersaing untuk market share ketimbang mengurangi suplai minyak. Sementara itu, Iran memastikan tidak mencemaskan mengenai penurunan harga minyak.


"Ada penyesuaian pada harga minyak sejak Arab Saudi mulai memangkas harga di Asia. Investor berpikir bahwa respon OPEC akan berbeda kali ini, khususnya terkait peningkatan produksi minyak di AS," jelas Ric Spooner, chief strategist CMC Markets di Sydney.

Sementara, harga kontrak minyak jenis Brent untuk pengantaran November yang habis masa berlakunya besok, naik 42 sen menjadi US$ 85,46 per barel di ICE Futures Europe exchange. Sedangkan harga kontrak minyak Brent untuk pengantaran Desember naik 41 sen menjadi US$ 85,82 per barel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie