KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak mentah masih mendapat dorongan dari meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah yang memicu kekhawatiran terhadap kelancaran distribusi energi global. Meski demikian, tekanan harga berpotensi berbalik apabila konflik mereda dan pasokan minyak kembali normal. Berdasarkan data Bloomberg, Selasa (15/9/2026) pukul 20.14 WIB, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berada di US$101,68 per barel, naik 0,29% secara harian. Direktur PT Traze Andalan Futures sekaligus Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan, gangguan distribusi melalui Selat Hormuz dan Laut Merah menjadi salah satu faktor yang menjaga harga minyak tetap tinggi.
Harga Minyak Dibayangi Konflik Timur Tengah, Oversupply Mengintai Pasar
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak mentah masih mendapat dorongan dari meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah yang memicu kekhawatiran terhadap kelancaran distribusi energi global. Meski demikian, tekanan harga berpotensi berbalik apabila konflik mereda dan pasokan minyak kembali normal. Berdasarkan data Bloomberg, Selasa (15/9/2026) pukul 20.14 WIB, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berada di US$101,68 per barel, naik 0,29% secara harian. Direktur PT Traze Andalan Futures sekaligus Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan, gangguan distribusi melalui Selat Hormuz dan Laut Merah menjadi salah satu faktor yang menjaga harga minyak tetap tinggi.
TAG: