SINGAPURA. Harga minyak diprediksi akan menurun pada pekan depan. Sekitar 13 dari 28 analis atau 46% responden yang disurvei Bloomberg memprediksi penurunan harga minyak hingga 5 Oktober. Sementara, 10 responden atau 36% memprediksi harga minyak akan naik. Sedangkan lima responden memprediksi hanya akan ada sedikit perubahan pada harga minyak. Harga minyak akan menurun setelah data menunjukkan adanya perlambatan ekonomi di AS dan Eropa. Selain itu, produksi minyak AS melonjak ke level tertinggi dalam 15 tahun terakhir. "Kita memiliki banyak sekali masalah ekonomi. Tidak hanya di AS, melainkan juga di Eropa. Pelemahan ekonomi akan memukul permintaan minyak," jelas Gordy Elliott, risk management specialist FC Stone LLC di St. Louis Park, Minnesota. Dia menambahkan, produksi minyak di AS juga meningkat. Sekadar tambahan informasi, sepanjang September, harga minyak sudah melorot 4,8% seiring dengan kecemasan investor akan perlambatan pertumbuhan ekonomi AS yang pada akhirnya akan memangkas permintaan emas hitam. Sejumlah sinyal perlambatan ekonomi global dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi AS kuartal II yang hanya sebesar 1,3%. Dari Eropa, Bank of Spain mengungkapkan bahwa perekonomian Negeri Matador itu mengalami penurunan yang signifikan. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Harga minyak diramal akan tergerus pekan depan
SINGAPURA. Harga minyak diprediksi akan menurun pada pekan depan. Sekitar 13 dari 28 analis atau 46% responden yang disurvei Bloomberg memprediksi penurunan harga minyak hingga 5 Oktober. Sementara, 10 responden atau 36% memprediksi harga minyak akan naik. Sedangkan lima responden memprediksi hanya akan ada sedikit perubahan pada harga minyak. Harga minyak akan menurun setelah data menunjukkan adanya perlambatan ekonomi di AS dan Eropa. Selain itu, produksi minyak AS melonjak ke level tertinggi dalam 15 tahun terakhir. "Kita memiliki banyak sekali masalah ekonomi. Tidak hanya di AS, melainkan juga di Eropa. Pelemahan ekonomi akan memukul permintaan minyak," jelas Gordy Elliott, risk management specialist FC Stone LLC di St. Louis Park, Minnesota. Dia menambahkan, produksi minyak di AS juga meningkat. Sekadar tambahan informasi, sepanjang September, harga minyak sudah melorot 4,8% seiring dengan kecemasan investor akan perlambatan pertumbuhan ekonomi AS yang pada akhirnya akan memangkas permintaan emas hitam. Sejumlah sinyal perlambatan ekonomi global dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi AS kuartal II yang hanya sebesar 1,3%. Dari Eropa, Bank of Spain mengungkapkan bahwa perekonomian Negeri Matador itu mengalami penurunan yang signifikan. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News