KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kemajuan gencatan senjata antara Israel dan Hamas membuat harga minyak dunia turun. Sentimennya mengalahkan permintaan minyak mentah AS yang telah menopang harga pada awal pekan ini. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) ditutup turun 0,5% mendekat US$ 82,21 per barel. Sedangkan minyak mentah Brent terkoreksi 37 sen menjadi US$ 85,03 per barel. Konflik regional di Timur Tengah pada sumber sepertiga minyak dunia itu telah mendorong harga mendekati US$87 pada awal tahun ini.
Presiden AS Joe Biden dalam postingan di media sosial pada Jumat (12/7), mengatakan bahwa Israel dan Hamas telah menyetujui kerangka gencatan senjata yang berpotensi mengurangi risiko geopolitik terhadap pasokan minyak mentah. Melansir Bloomberg, awal pekan ini, Penasihat Keamanan Nasional Jake Sullivan mengatakan para perunding telah mencapai kemajuan menuju gencatan senjata, namun mengecilkan harapan akan tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat. “Tanda-tandanya lebih positif saat ini dibandingkan beberapa bulan terakhir. Walapun masih ada banyak hal yang harus dilakukan sebelum kita tutup, jika kita mampu menutupnya.” kata Sullivan. Baca Juga: Harga Minyak Berpotensi Lanjut Menguat Pekan Depan Efek Prospek Penurunan Suku Bunga Sementara itu dari Barat, harga minyak mentah melemah karena investor mempertimbangkan redanya sentimen konsumen AS terhadap harapan penurunan suku bunga The Fed pada bulan September nanti. Melansir Reuters, survei yang dilakukan Universitas Michigan menunjukkan sentimen konsumen AS turun ke level terendah dalam 8 bulan pada juli. Investor memperkirakan The Fed akan mulai menurunkan suku bunga pada bulan September. “Pasar tidak takut terhadap The Fed saat ini,” kata Phil Flynn, analis Price Futures Group. Suku bunga yang lebih rendah diperkirakan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, yang dapat meningkatkan konsumsi bahan bakar.