Harga Minyak Dunia Anjlok 4%, Cek Tabel Faktor Penggerak Harga Minyak (Selasa, 5/5)



KONTAN.CO.ID - Harga minyak dunia turun sekitar 4% dalam perdagangan yang volatil pada Selasa (5/5), setelah dua kapal berhasil melintasi Selat Hormuz dan Amerika Serikat menyatakan gencatan senjata dengan Iran masih berlaku meskipun terjadi saling tembak.

Reuters memberitakan, setelah melonjak sekitar 6% pada sesi sebelumnya, harga minyak Brent turun US$4,57 atau 4% menjadi US$109,87 per barel. Sementara itu, minyak mentah acuan AS West Texas Intermediate (WTI) turun US$4,15 atau 3,9% menjadi US$102,27 per barel.

“Kompleks energi tampaknya mengalami aksi jual setelah adanya komentar optimistis dari pemerintahan Trump terkait keberlanjutan gencatan senjata dengan Iran,” kata analis dari perusahaan penasihat energi Ritterbusch and Associates dalam sebuah catatan.


Namun Ritterbusch menilai pelemahan harga minyak kali ini lebih menyerupai koreksi teknikal, setelah reli kuat harga Brent selama sepekan terakhir.

Uni Emirat Arab (UEA) mengatakan pihaknya diserang rudal dan drone Iran pada Selasa, meskipun Washington menegaskan gencatan senjata yang rapuh masih bertahan. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan AS telah mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Iran membantah melakukan serangan terhadap UEA dalam beberapa hari terakhir.

Hegseth menyebut ratusan kapal saat ini mengantre untuk melintasi jalur pelayaran strategis tersebut. Sebelum AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari, sekitar 20% pasokan minyak dunia melintasi Selat Hormuz setiap hari.

Baca Juga: Emas Melonjak setelah Sentuh Level Terendah 1 Bulan, Cek Tabel Faktor Penggerak Emas

Militer AS menyatakan dua kapal dagang AS telah berhasil melewati selat tersebut, meski tidak merinci waktunya, dengan dukungan kapal perusak berpeluru kendali Angkatan Laut AS.

Iran membantah adanya pelayaran yang berhasil melewati selat tersebut. Namun perusahaan pelayaran Maersk menyatakan kapal berbendera AS Alliance Fairfax telah keluar dari Teluk dengan pengawalan militer AS pada Senin.

PBB Bahas Selat Hormuz

Anggota Dewan Keamanan PBB akan memulai pembahasan pada Selasa mengenai rancangan resolusi yang didukung AS dan Bahrain. Resolusi ini berpotensi memicu sanksi terhadap Iran dan bahkan bisa mengarah pada pemberian mandat penggunaan kekuatan, jika Teheran tidak menghentikan serangan dan ancaman terhadap pelayaran komersial di Selat Hormuz, menurut tiga diplomat Barat.

Presiden AS Donald Trump pada Selasa meremehkan kemampuan militer Iran dan menyebut Teheran “seharusnya mengibarkan bendera putih menyerah”. Trump menilai kekuatan militer Iran telah melemah hingga hanya mampu menembakkan “senapan kacang polong”, serta menyatakan Iran secara diam-diam ingin membuat kesepakatan.

Militer AS juga mengklaim telah menghancurkan enam kapal kecil Iran serta rudal jelajah dan drone, setelah Trump mengirim armada laut untuk mengawal tanker yang terjebak di Selat Hormuz dalam kampanye yang ia sebut “Project Freedom”.

Korea Selatan tengah meninjau kemungkinan bergabung dalam rencana Trump untuk membantu kapal-kapal melintasi selat tersebut. Langkah ini muncul setelah terjadi ledakan dan kebakaran pada kapal yang dioperasikan Korea di perairan tersebut.

Pasar Menanti Data Persediaan Minyak AS

Pasar minyak menunggu arah lanjutan dari laporan stok mingguan minyak AS yang akan dirilis American Petroleum Institute (API) pada Selasa dan Energy Information Administration (EIA) pada Rabu.

Analis memperkirakan perusahaan energi menarik sekitar 3,3 juta barel minyak mentah dari penyimpanan selama pekan yang berakhir 1 Mei.

Jika perkiraan itu benar, maka ini menjadi pertama kalinya stok minyak AS turun selama dua pekan berturut-turut sejak Januari.

Tonton: WTI Anjlok 1,5% Pagi Ini, Sentimen Apa yang Menekan?

Sebagai perbandingan, pada pekan yang sama tahun lalu stok turun 2 juta barel, sedangkan rata-rata penurunan lima tahun terakhir (2021-2025) berada di 2,3 juta barel.

Tabel Faktor Penggerak Harga Minyak (Selasa, 5/5)

Faktor Dampak ke Harga Minyak Penjelasan
Dua kapal melintasi Selat Hormuz Negatif Mengurangi ketakutan pasar soal gangguan pasokan
AS klaim gencatan senjata masih bertahan Negatif Meredakan risk premium geopolitik
Klaim UEA diserang Iran Positif Menahan penurunan karena risiko konflik masih ada
DK PBB bahas sanksi/penggunaan kekuatan Positif Berpotensi memicu eskalasi
Koreksi teknikal setelah reli 6% Negatif Profit taking setelah kenaikan tajam
Ekspektasi stok minyak AS turun 3,3 juta barel Positif Penurunan stok berarti permintaan relatif kuat
Sumber: Reuters

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News