KONTAN.CO.ID - Harga minyak dunia turun sekitar 4% dalam perdagangan yang volatil pada Selasa (5/5), setelah dua kapal berhasil melintasi Selat Hormuz dan Amerika Serikat menyatakan gencatan senjata dengan Iran masih berlaku meskipun terjadi saling tembak. Reuters memberitakan, setelah melonjak sekitar 6% pada sesi sebelumnya, harga minyak Brent turun US$4,57 atau 4% menjadi US$109,87 per barel. Sementara itu, minyak mentah acuan AS West Texas Intermediate (WTI) turun US$4,15 atau 3,9% menjadi US$102,27 per barel. “Kompleks energi tampaknya mengalami aksi jual setelah adanya komentar optimistis dari pemerintahan Trump terkait keberlanjutan gencatan senjata dengan Iran,” kata analis dari perusahaan penasihat energi Ritterbusch and Associates dalam sebuah catatan.
PBB Bahas Selat Hormuz
Anggota Dewan Keamanan PBB akan memulai pembahasan pada Selasa mengenai rancangan resolusi yang didukung AS dan Bahrain. Resolusi ini berpotensi memicu sanksi terhadap Iran dan bahkan bisa mengarah pada pemberian mandat penggunaan kekuatan, jika Teheran tidak menghentikan serangan dan ancaman terhadap pelayaran komersial di Selat Hormuz, menurut tiga diplomat Barat. Presiden AS Donald Trump pada Selasa meremehkan kemampuan militer Iran dan menyebut Teheran “seharusnya mengibarkan bendera putih menyerah”. Trump menilai kekuatan militer Iran telah melemah hingga hanya mampu menembakkan “senapan kacang polong”, serta menyatakan Iran secara diam-diam ingin membuat kesepakatan. Militer AS juga mengklaim telah menghancurkan enam kapal kecil Iran serta rudal jelajah dan drone, setelah Trump mengirim armada laut untuk mengawal tanker yang terjebak di Selat Hormuz dalam kampanye yang ia sebut “Project Freedom”. Korea Selatan tengah meninjau kemungkinan bergabung dalam rencana Trump untuk membantu kapal-kapal melintasi selat tersebut. Langkah ini muncul setelah terjadi ledakan dan kebakaran pada kapal yang dioperasikan Korea di perairan tersebut.Pasar Menanti Data Persediaan Minyak AS
Pasar minyak menunggu arah lanjutan dari laporan stok mingguan minyak AS yang akan dirilis American Petroleum Institute (API) pada Selasa dan Energy Information Administration (EIA) pada Rabu. Analis memperkirakan perusahaan energi menarik sekitar 3,3 juta barel minyak mentah dari penyimpanan selama pekan yang berakhir 1 Mei. Jika perkiraan itu benar, maka ini menjadi pertama kalinya stok minyak AS turun selama dua pekan berturut-turut sejak Januari. Tonton: WTI Anjlok 1,5% Pagi Ini, Sentimen Apa yang Menekan?| Faktor | Dampak ke Harga Minyak | Penjelasan |
|---|---|---|
| Dua kapal melintasi Selat Hormuz | Negatif | Mengurangi ketakutan pasar soal gangguan pasokan |
| AS klaim gencatan senjata masih bertahan | Negatif | Meredakan risk premium geopolitik |
| Klaim UEA diserang Iran | Positif | Menahan penurunan karena risiko konflik masih ada |
| DK PBB bahas sanksi/penggunaan kekuatan | Positif | Berpotensi memicu eskalasi |
| Koreksi teknikal setelah reli 6% | Negatif | Profit taking setelah kenaikan tajam |
| Ekspektasi stok minyak AS turun 3,3 juta barel | Positif | Penurunan stok berarti permintaan relatif kuat |