Harga Minyak Dunia Datar Senin (17/8) Pagi, Brent ke US$ 88,72



KONTAN.CO.ID - Harga minyak mentah bergerak tipis pada perdagangan awal Asia, Senin (17/8/2026), di tengah kebuntuan perundingan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran serta melambatnya lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz.

Mengutip Reuters, harga minyak Brent berjangka naik 20 sen atau 0,2% menjadi US$ 88,72 per barel pada pukul 23.50 GMT. Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) AS turun tipis 5 sen menjadi US$ 82,35 per barel.

Kedua kontrak minyak tersebut telah menguat lebih dari 5% sepanjang pekan lalu, setelah terjadi serangkaian serangan terhadap kapal tanker yang dioperasikan Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) di Selat Hormuz serta kilang Saudi Aramco.


Baca Juga: Harga Emas Spot Naik Tipis, Didorong Pelemahan Dolar dan Ekspektasi Suku Bunga AS

Negosiasi AS-Iran Masih Buntu

Sentimen pasar masih dipengaruhi perkembangan konflik AS-Iran di Timur Tengah. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan Iran belum memutuskan untuk kembali melakukan perundingan dengan AS.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump meminta masyarakat Amerika bersiap menghadapi harga bensin yang sedikit lebih tinggi selama konflik masih berlangsung.

Analis pasar IG Tony Sycamore mengatakan, kondisi tersebut membuat pasar minyak masih menghadapi ketidakpastian.

"Status quo remains. Both sides remain firmly dug in," ujar Sycamore dalam catatannya.

Menurut dia, pasar kini harus menimbang risiko pasokan minyak yang semakin ketat dengankemungkinan adanya jalur alternatif dan saluran informal yang dapat menjaga pasokan tetap berjalan.

Baca Juga: Yen Menguat Tipis Senin (17/8), Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed Mulai Surut

Pelayaran Selat Hormuz Anjlok

Ketegangan di kawasan tersebut juga berdampak langsung terhadap aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan minyak terpenting dunia.

Data pelacakan kapal Kpler yang dirilis Senin menunjukkan hanya lima kapal komoditas yang melintasi Selat Hormuz pada Sabtu. Sementara itu, tidak ada kapal yang tercatat melintas pada Minggu.

Jumlah tersebut turun drastis dibandingkan akhir pekan sebelumnya yang mencatat 31 kapal melintasi selat tersebut.

Perlambatan lalu lintas kapal terjadi setelah serangkaian serangan terhadap kapal tanker yang melintas di kawasan tersebut.

Uni Emirat Arab (UEA) menuduh Iran menyerang kapal ketiga yang dioperasikan ADNOC saat melintasi Selat Hormuz pada Jumat.

Baca Juga: Trump Perintahkan Pentagon Kurangi Latihan Militer Bersama Korea Selatan

Kantor berita pemerintah UEA, WAM, melaporkan tuduhan tersebut setelah sebelumnya Iran juga dituding terlibat dalam dua insiden terhadap kapal ADNOC pada Kamis malam.

Perkembangan tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak global, mengingat Selat Hormuz merupakan salah satu jalur utama pengiriman minyak dunia.