Harga Minyak Dunia Menguat Jumat (15/5) Pagi: Brent ke US$106,32 & WTI ke US$101,71



KONTAN.CO.ID - Harga minyak dunia menguat pada perdagangan Jumat (15/5/2026) seiring berlanjutnya kekhawatiran terhadap serangan dan penyitaan kapal di kawasan strategis, meski Iran menyebut sekitar 30 kapal telah berhasil melintasi Selat Hormuz.

Sentimen pasar juga dipengaruhi ekspektasi hasil pertemuan lanjutan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping yang digelar di Beijing.

Baca Juga: Harga Emas Dunia Menuju Pelemahan Mingguan pada Jumat (15/5)


Brent dan WTI Kompak Naik

Melansir Reuters, harga minyak mentah Brent naik 60 sen atau 0,57% menjadi US$106,32 per barel pada pukul 01.00 GMT.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS juga menguat 54 sen atau 0,53% ke level US$101,71 per barel.

Kenaikan ini menandai kelanjutan volatilitas harga minyak yang dalam beberapa hari terakhir dipengaruhi ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Baca Juga: Dolar Melonjak ke Level Tertinggi 2 Bulan Jumat (15/5) Pagi, Ini Pemicunya

Risiko Pasokan Masih Jadi Sentimen Utama

Pelaku pasar masih mencermati gangguan pada jalur pelayaran di Selat Hormuz, salah satu rute pengiriman energi paling penting di dunia.

Laporan terbaru menyebut sebuah kapal kembali disita oleh personel Iran di dekat perairan Uni Emirat Arab dan diarahkan menuju perairan Iran.

Selain itu, sebuah kapal kargo India yang membawa ternak dari Afrika menuju UEA dilaporkan tenggelam di perairan lepas pantai Oman.

Di sisi lain, Iran menyebut sekitar 30 kapal telah melintasi Selat Hormuz sejak Rabu malam. Namun angka tersebut masih jauh di bawah rata-rata normal sebelum konflik, yakni sekitar 140 kapal per hari.

Baca Juga: OpenAI vs Elon Musk Memanas, Pengacara Sebut Altman Lakukan Amnesia Selektif

Pasar Dinilai Masih Ketat

Analis Haitong Futures Yang An menyebut bahwa faktor utama penggerak harga minyak saat ini masih berasal dari ketatnya pasokan global.

“Pergerakan harga minyak sempat berfluktuasi, tetapi tetap ditutup mendekati level tertinggi harian,” ujarnya.

Menurutnya, meski sebagian kekhawatiran mereda setelah sejumlah kapal berhasil melintasi Selat Hormuz, kondisi tersebut belum cukup untuk mengubah tren kenaikan harga yang masih didorong oleh keterbatasan pasokan.

Baca Juga: The Fed Tahan Suku Bunga, Williams: Kebijakan Sudah di Posisi Tepat

Diplomasi AS–China dan Isu Iran

Di sisi geopolitik, Trump dan Xi Jinping dijadwalkan melanjutkan pertemuan tingkat tinggi di Beijing pada Jumat untuk menutup rangkaian kunjungan dua hari.

Sementara itu, Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer menyatakan bahwa China bersikap pragmatis terkait keterlibatannya dengan Iran dan memiliki kepentingan untuk menjaga agar Selat Hormuz tetap terbuka bagi perdagangan energi global.