KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak melonjak pada hari Jumat (12/1). Konflik yang meningkat di wilayah Laut Merah mengancam akan mengganggu perdagangan global lebih lanjut. Melansir Reuters, harga minyak mentah Brent terakhir naik 4% pada level US$80,52 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 4,1% menjadi US$74,99 per barel. Baca Juga: Siapa Houthi yang Dibombardir Serangan Udara oleh AS dan Inggris?
Harga minyak naik 4% setelah Amerika Serikat (AS) dan Inggris mengatakan bahwa mereka telah melancarkan serangan dari udara dan laut terhadap target-target militer Houthi di Yaman. Hal ini sebagai respon atas serangan Houthi terhadap kapal-kapal di Laut Merah, buntut dari perang Israel-Hamas di Gaza. "Harga minyak telah naik tajam setelah serangan tersebut, dengan minyak mentah Brent sekarang sekitar 7% lebih tinggi sejak awal Desember, sebelum pemberontak Houthi mulai menargetkan kapal-kapal di Laut Merah," kata Susannah Streeter, head of money and markets Hargreaves Lansdown dikutip dari Reuters. "Laporan-laporan yang bertepatan dengan aksi militer Inggris/AS menunjukkan bahwa pemerintah Inggris membuat skenario-skenario yang dapat membuat harga naik US$10 per barel, jika krisis Laut Merah terus berlanjut, dengan harga-harga gas yang beresiko naik 25%," tambahnya.