KONTAN.CO.ID - Harga minyak naik pada Rabu (19/2), akibat gangguan pasokan di Amerika Serikat (AS) dan Rusia. Sementara pasar menantikan kejelasan terkait perundingan damai Ukraina. Melansir Reuters, harga minyak mentah Brent naik 20 sen atau 0,3% menjadi US$76,04 per barel pada pukul 01:46 GMT, mencatat kenaikan selama tiga hari berturut-turut. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret naik 23 sen atau 0,3% menjadi US$72,08 per barel.
Harga ini meningkat 1,7% dibandingkan penutupan Jumat lalu, setelah tidak diperdagangkan pada Senin karena libur Presidents’ Day. Kontrak Maret akan berakhir pada Kamis, sementara kontrak April yang lebih aktif naik 0,3% menjadi $72,04. Baca Juga: Harga Minyak Naik akibat Gangguan Pasokan Selasa (18/2), Brent ke US$75,84 Gangguan Pasokan Minyak Rusia dan AS Rusia melaporkan bahwa aliran minyak melalui Caspian Pipeline Consortium (CPC), jalur utama ekspor minyak mentah dari Kazakhstan, berkurang 30%-40% pada Selasa setelah serangan drone Ukraina terhadap stasiun pompa. Pengurangan 30% berarti kehilangan pasokan sekitar 380.000 barel per hari ke pasar, menurut perhitungan Reuters. Sementara itu, cuaca dingin mengancam produksi minyak AS. North Dakota Pipeline Authority memperkirakan bahwa produksi di negara bagian penghasil minyak terbesar ketiga AS bisa turun hingga 150.000 barel per hari akibat suhu ekstrem. Dampak Perundingan Damai dan Kebijakan Trump Pemerintahan Presiden Donald Trump mengumumkan pada Selasa bahwa mereka sepakat untuk mengadakan lebih banyak pembicaraan dengan Rusia mengenai penyelesaian perang di Ukraina. Baca Juga: Volume Pengiriman Minyak Rusia Turun Imbas Serangan Drone Ukraina Jika kesepakatan tercapai, kemungkinan beberapa sanksi terhadap Rusia dapat dikurangi atau dicabut, yang dapat memulihkan aliran ekspor minyak Rusia.