KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Eskalasi ketegangan di Timur Tengah yang memicu kenaikan harga minyak mentah dunia bakal memberikan tekanan serius terhadap kesehatan fiskal Indonesia. PDI Perjuangan (PDIP) mewanti-wanti potensi membengkaknya beban subsidi bahan bakar minyak (BBM) dalam Anggaran Pendaparan dan Belanja Negara (APBN) 2026 jika harga minyak terus melambung. Juru Bicara PDIP Guntur Romli mengatakan, saat ini harga minyak dunia sudah berada di level US$ 83 per barel, melampaui asumsi APBN 2026 yang dipatok sebesar US$ 70 per barel. Imbasnya, beban fiskal khususnya pada sektor subsidi BBM akan terkerek naik.
Harga Minyak Dunia Terkerek Perang, PDIP: Subsidi BBM Bisa Bengkak Rp 400 Triliun
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Eskalasi ketegangan di Timur Tengah yang memicu kenaikan harga minyak mentah dunia bakal memberikan tekanan serius terhadap kesehatan fiskal Indonesia. PDI Perjuangan (PDIP) mewanti-wanti potensi membengkaknya beban subsidi bahan bakar minyak (BBM) dalam Anggaran Pendaparan dan Belanja Negara (APBN) 2026 jika harga minyak terus melambung. Juru Bicara PDIP Guntur Romli mengatakan, saat ini harga minyak dunia sudah berada di level US$ 83 per barel, melampaui asumsi APBN 2026 yang dipatok sebesar US$ 70 per barel. Imbasnya, beban fiskal khususnya pada sektor subsidi BBM akan terkerek naik.