KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Harga minyak dunia turun pada hari Selasa (14/2) menyusul keputusan pemerintah AS untuk merilis lebih banyak minyak mentah Strategic Petroleum Reserve (SPR) ke pasaran. Keputusan tersebut sesuai dengan yang diamanatkan oleh anggota parlemen. Sayangnya, keputusan itu berlawanan dengan ekspektasi dari beberapa pedagang yang mengira perilisan akan ditunda bahkan dibatalkan. Dilansir dari Reuters, harga minyak mentah berjangka Brent turun 43 sen, atau 0,5%, menjadi US$86,18 per barel pada pukul 07:30 GMT atau 14-30 WIB.
Di waktu yang sama, harga minyak mentah berjangka AS turun 71 sen, atau 0,89%, menjadi US$79,43 per barel. Baca Juga: Harga Minyak Turun, Terseret Rencana AS yang akan Menjual Cadangan Minyak Setelah sesi sebelumnya berakhir, Departemen Energi AS (DOE) mengatakan akan menjual 26 juta barel minyak dari SPR. Perilisan minyak mentah dalam jumlah besar ini diprediksi akan mendorong cadangan ke level terendah sejak 1983. DOE sebelumnya telah mempertimbangkan untuk membatalkan penjualan minyak mentah SPR di tahun fiskal 2023 setelah pemerintahan Joe Biden menjual 180 juta barel dari cadangan minyak AS tahun lalu.