Harga Minyak Goreng Dipatok Rp 14.000 Per Liter, Bagaimana di Pasar Tradisional?



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menindaklanjuti tren harga minyak goreng yang naik di masyarakat, penerapan kebijakan minyak goreng Rp 14.000 per liter, baik kemasan premium maupun kemasan sederhana sudah bisa diperjualbelikan dengan harga tersebut per Rabu, 19 Januari 2021.

Menteri Perdagangan Muhammad Luthfi, mengungkapkan, penjualan minyak Rp 14.000 per liter tidak akan terbatas hanya untuk kemasan ekonomis, tetapi juga untuk kemasan jerigen 25 liter. Selain itu, minyak goreng ini juga diperuntukkan kebutuhan rumah tangga dan usaha mikro kecil (UMK).

"Oleh sebab itu pemerintah melalui Kementerian Perdagangan, mengumumkan kebijakan minyak goreng satu harga, melalui kebijakan ini, seluruh minyak goreng, baik kemasan premium maupun sederhana akan dijual setara Rp 14.000 per liter, atau semua jenis kemasan baik kualitas premium, maupun sederhana dengan ukuran mulai dari 1 liter sampai dengan jerigen 25 liter, diperuntukkan untuk kebutuhan rumah tangga, serta usaha mikro dan usaha kecil," ungkap Luthfi kepada media secara virtual, Selasa (18/1).


Luthfi juga menjelaskan bahwa penjualan minyak goreng Rp 14.000 per liter ini sudah bisa diperjualbelikan di pasar ritel modern yang berasosiasi dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo).

Baca Juga: Berlaku Mulai Besok, Harga Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Akan tetapi, untuk penjualan di pasar tradisional, Mendag menjelaskan bahwa diberikan waktu satu minggu agar bisa menyesuaikan harga Rp 14.000 per liter.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak perlu untuk membeli karena panik atau panic buying, karena pemerintah sudah menjamin ketersediaan minyak goreng kemasan sederhana 250 juta liter per bulannya.

Menurutnya, Pemerintah melalui badan pengelola dana perkebunan (BPBD KS) sudah menyiapkan dana sebesar 7,6 triliun yang akan digunakan untuk membiayai penyediaan minyak goreng kemasan bagi masyarakat, sebesar 250 juta liter per bulannya, atau setara 1,5 miliar liter pe rbulannya.

"Saya juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak perlu panic buying atau membeli secara berlebihan, karena pemerintah sudah menjamin bahwa pasokan dan stok minyak goreng Rp 14.000 per liter sudah pasti dapat mencukupi kebutuhan masyarakat, pemerintah" jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi