Harga minyak goreng naik tipis karena produksi CPO turun



JAKARTA. Produksi kelapa sawit dunia yang turun akibat kondisi cuaca kering membuat harga minyak goreng dalam negeri naik tipis. Pada minggu pertama September 2011, harga minyak goreng curah tercatat sebesar Rp 10.116 per kilogram (kg). Angka itu naik sebesar 1,27% dibanding minggu kelima Agustus 2011. Kenaikan juga terjadi untuk minyak goreng kemasan yang meningkat tipis sebesar 0,03% dari minggu kelima Agustus 2011 menjadi Rp 13.146 per kg. Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Gunaryo menuturkan, tren kenaikan harga minyak goreng sudah terlihat sejak Agustus 2011. Secara rata-rata harga minyak goreng curah pada Agustus 2011 sebesar Rp 9.970 per kg atau naik 0,12% dibanding Juli 2011. Harga minyak goreng kemasan pada Agustus 2011 pun naik tipis menjadi Rp 13.098 per kg. Harga itu merupakan peningkatan 0,11% dari Juli 2011. Khusus kenaikan harga pada Agustus 2011 dipengaruhi juga melonjaknya permintaan menjelang Idul Fitri. Meski peningkatan itu tidak signifikan, ada kekhawatiran kondisi musim kering yang masih berlangsung hingga kini akan mempengaruhi produksi kelapa sawit. Penurunan produksi kelapa sawit itu nantinya bisa berimbas pada kenaikan harga minyak goreng. Berdasarkan survei Badan Pusat Statistik (BPS) minyak goreng curah mengalami tren kenaikan harga dibandingkan tahun sebelumnya. Dimulai dari harga untuk Juli-Agustus-September 2011 tercatat sebesar Rp 9.958-Rp 9.970-Rp 10.116 per kg. Angka tersebut jauh lebih tinggi ketimbang posisi Juli-Agustus-September 2010 sebesar Rp 9.125-Rp 9.600-Rp 9.868 per kg. Sama halnya dengan pola kenaikan harga untuk minyak goreng kemasan. Dimulai dari harga untuk Juli-Agustus-September 2011 tercatat sebesar Rp 13.084-Rp 13.098-Rp 13.146 per kg. Posisi harga pada tiga bulan 2011 itu jauh lebih tinggi daripada posisi Juli-Agustus-September 2010 sebesar Rp 10.869-Rp 10.868-Rp 10.915 per kg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: