Harga minyak jatuh selama 5 pekan berturut-turut



SINGAPURA. Harga kontrak minyak dunia diperdagangkan di level terendah dalam enam tahun terakhir pada hari ini (20/3). Selain itu, penurunan harga si emas hitam ini juga sudah memasuki pekan kelima.

Mengutip data Bloomberg, siang tadi, harga kontrak minyak jenis West Texas Intermediate untuk pengantaran April turun sebesar 58% menjadi US$ 43,38 per barel di New York Mercantile Exchange. Pada pukul 15.55 waktu Singapura, harga kontrak yang sama berada di level US$ 43,49 sebarel.

Sementara itu, harga kontrak minyak Brent untuk pengantaran Mei turun 32 sen menjadi US$ 54,11 sebarel di ICE Futures Europe excange.


Penurunan harga minyak terjadi seiring masalah suplai minyak global yang kian melimpah. Pemerintah Kuwait mengatakan, Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) harus menahan target produksi mereka untuk mempertahankan pangsa pasar. Sementara, Iran kemungkinan akan menaikkan ekspor minyak dalam beberapa bulan ke depan seiring terjadinya kesepakatan mengenai program nuklir mereka.

"Terjadinya ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran harus diperbaiki dengan penyesuaian penawaran. Trader melihat adanya kenaikan cadangan minyak AS dan sangat sulit untuk tidak menghiraukan hal tesebut," jelas Ric Spooner, Chief Strategist CMC Markets di Sydney.

Sekadar tambahan informasi, data Energy Information Administration menunjukkan, cadangan minyak AS naik 9,62 juta barel menjadi 458,5 juta hingga 13 Maret. Ini merupakan level tertinggi sejak Agustus 1982 silam. Sedangkan tingkat produksi semakin naik menjadi 9,42 juta barel per hari, tercepat sejak Januari 1983.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie