Jakarta. Harga minyak dunia kembali ke level terendah dalam lebih dari tiga bulan setelah tingginya pasokan membayangi pergerakan harga. Mengutip Bloomberg, Senin (25/7) pukul 19.45 WIB, harga minyak WTI kontrak pengiriman September 2016 di New York Mercantile Exchange tergerus 1,5% ke level US$ 43,53 per barel dibanding sehari sebelumnya. Harga minyak telah tergerus di hari keempat dan berada di level terendah Sejak 18 April 2016. Sepekan terakhir harga minyak terkikis 4,1%. Yulia Safrina, Research and Analyst PT Monex Investindo Futures memaparkan, sentimen utama penggerak harga minyak masih terkait persediaan. "Memang tingkat persediaan minyak Amerika Serikat (AS) sedang turun, tetapi ada cadangan di beberapa wilayah yang meningkat. Beberapa proyeksi menyatakan belum ada potensi keseimbangan harga," paparnya.
Harga minyak ke level terendah sejak 18 April
Jakarta. Harga minyak dunia kembali ke level terendah dalam lebih dari tiga bulan setelah tingginya pasokan membayangi pergerakan harga. Mengutip Bloomberg, Senin (25/7) pukul 19.45 WIB, harga minyak WTI kontrak pengiriman September 2016 di New York Mercantile Exchange tergerus 1,5% ke level US$ 43,53 per barel dibanding sehari sebelumnya. Harga minyak telah tergerus di hari keempat dan berada di level terendah Sejak 18 April 2016. Sepekan terakhir harga minyak terkikis 4,1%. Yulia Safrina, Research and Analyst PT Monex Investindo Futures memaparkan, sentimen utama penggerak harga minyak masih terkait persediaan. "Memang tingkat persediaan minyak Amerika Serikat (AS) sedang turun, tetapi ada cadangan di beberapa wilayah yang meningkat. Beberapa proyeksi menyatakan belum ada potensi keseimbangan harga," paparnya.